Enam Pelajaran Penting Soal Pengelolaan Investasi
A- A+

Penulis buku investasi, pembicara seminar dan jurnalis John F Wasik setidaknya sudah menulis 17 buku sepanjang kariernya seperti Lightning Strikes dan Keynes's Way to Wealth. Ia juga aktif menulis di The Now York Times, Reuters dan media internasional lain.

Beberapa waktu lalu, ia menulis untuk CNBC dan membeberkan enam pelajaran penting dalam investasi yang sudah ia lalui selama lebih dari 60 tahun.

Hati-hati dengan "Buasnya" Pasar Keuangan

Pasar investasi sering kali lebih buas dibanding hutan. Di pasar ini, investor tak lagi hanya mencari dividen dan imbal hasil. "Hampir tak mungkin mengetahui kapan waktu terbaik membeli dan menjual. Sering kali, justru kamu yang akan buntung," begitu pesannya.

Wasik juga belajar banyak dari John Maynard Keynes. Menurutnya, Keynes adalah investor terbaik selama perang dunia. Keynes berpesan bahwa ekspektasi dan emosi adalah dua hal yang akan bermanfaat bagimu.

Namun, di lain pihak, dua hal itu juga bisa membuatmu buntung.

Jangan Hiraukan Godaan Pasar

Wasik percaya, tidak ada satu orangpun yang bisa menebak dengan tepat apa yang bisa terjadi pada pasar keuangan. Penerima Nobel di bidang Ekonomi Joseph Stiglitz berpesan pada Wasik, seringkali informasi bersifat asimetris.

Informasi yang beredar di pasar keuangan akan mengacaukan. Karena itu, ia berpesan agar kamu tidak menghiraukan banyak cerita yang beredar mengenai naik turunnya suatu saham.

Pasar Hampir Tidak Mungkin Bisa Dikalahkan

Apakah kamu memiliki ambisi mengalahkan pasar? Menurut salah satu kandidat penerima nobel dari Chicago, Eugene Fama, hampir tidak mungkin ada salah satu investor menang. Bagaimana mengalahkan Warren Buffet atau manajer investasi besar?

Wasik tak punya jawabannya. Ia hanya menyarankanmu untuk rajin melakukan diversifikasi portofolio dan mengeceknya secara teratur.

Perhatikan Biaya

Semakin kecil biaya untuk investasi, maka semakin kecil pula biaya untuk membayar perantara. Hal ini, selama beberapa dekade, terus menjadi prinsip penting.

Panik Bukanlah Suatu Proteksi

Ketika pasar keuangan menunjukkan tanda-tanda gejolak, jangan memindahkan portofoliomu ke tempat lebih aman. Sebab, kata Wasik, menempatkan portofolio dengan risiko lebih besar ternyata lebih efektif.

Fokus pada Tabungan, Bukan Hasil

Hanya fokus pada hasil investasi yang tinggi justru tak memberi hasil maksimal. Wasik menyarankan, kurangi kekhawatiran pada risiko kehilangan uang. Salah satunya dengan menikmati hidup, menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kamu sayangi dan buat hidupmu lebih bermakna.