Halau 'Momok' Investasi dengan Cara Ini

Halau 'Momok' Investasi dengan Cara Ini

Kamu akan mendapatkan manfaat yang maksimal bila melakukan investasi sejak dini. Sebab, imbal hasil investasi tidak datang secara instan. Sayangnya, saat memutuskan akan melakukan investasi, orang kerap menundanya karena muncul ketakutan tertentu.

Dalam hal ini, risiko selalu muncul sebagai 'momok'. Ia akan terus menghantui pikiran. Tak perlu takut, Pengelola Keuangan Safir Senduk akan membantu mengkategorikan tiga risiko investasi agar kamu siap menghadapinya.

Saldo Raib
Tabungan dan deposito memang merupakan dua produk perbankan yang sangat aman, bahkan hampir tak memiliki risiko. Meski begitu, tabungan dan deposito bukanlah instrumen investasi.

Karena itu, bila kamu rencana jangka panjang, menyimpan uang pada dua instrumen tersebut tak akan memberi hasil maksimal. Untuk itu, kamu harus melakukan investasi. Investasi sendiri bukanlah produk perbankan.

Jadi, ada risiko penurunan nilai dan ini menyebabkan sebagian uang turun. Untuk meminimalisir risiko ini, ukur sejauh mana kamu bisa menahan risiko ini,  apakah 10%, 20% atau lebih besar.

Profil risiko berpengaruh pada produk investasi yang kamu pilih. Bila kamu tak sanggup menerima risiko kehilangan besar, kamu juga tak akan mendapat imbal hasil yang besar pula. Dalam investasi, ada dua macam investasi.

Yakni, investasi pendapatan tetap dan investasi pertumbuhan. Investasi pendapatan tetap layaknya memiliki deposito, pendapatan sewa properti atau utang jatuh tempo. Sedangkan investasi pertumbuhan seperti kenaikan emas, reksa dana atau saham.

Aturannya, saldo bisa berkurang, namun ada potensi keuntungan yang jauh lebih besar.

Hasil Kecil
Tak perlu takut imbal hasil tak sesuai harapan. Safir Senduk menyarankan, fokus pada evaluasi portofolio. Langkah ini untuk mencari tahu kesesuaian pemilihan instrumen investasi dengan tujuan serta profil risikomu.

Bila memilih investasi reksa dana pendapatan tetap misalnya, maka imbal hasil tidak akan maksimal seperti reksa dana campuran atau saham. Karena itu, Safir menyarankan, jangan menutup diri pada informasi yang ada.

Pelajari semua jenis investasi untuk menambah pengetahuan. Makin banyak kamu tahu, kamu akan memiliki kecenderungan memilih investasi pertumbuhan karena bisa memberikan hasil lebih baik di atas angka inflasi.

Sulit Dijual
Kemudahan menjual kembali investasi juga kadang menjadi momok, apalagi ketika sedang berada dalam kondisi butuh dana. Risiko ini membuat sebagian orang lebih memilih investasi emas atau uang asing.

Selain memiliki fisik yang jelas ada, investasi ini juga mudah dicairkan. Bila kamu memilih dua investasi tersebut, pastikan tidak menomorduakan faktor keamanan dan metode penyimpanan.

Untuk dollar Amerika Serikat misalnya, bila terjadi lecek, maka nilainya bisa turun. Bila kamu berinvestasi pada lukisan atau tas bermerek, ada kemungkinan barang tersebut sulit dijual.

Tentu, tak semua orang suka dan menaruh perhatian lebih pada tas bermerek dan lukisan antik, namun bila kamu ingin investasi di dua hal tersebut, kamu bisa bergabung dengan komunitas penggemar barang-barang bermerek.

Demikian, kamu akan lebih mudah mendapat informasi. Sebelum membeli dan investasi di suatu barang, ketahui proses penjualannya. Jangan sampai kamu berinvestasi pada barang yang tidak akan laku terjual meski harganya sudah naik tinggi.

Bila kamu ingin berinvestasi di produk-produk keuangan, kamu tak perlu khawatir investasi sulit dicairkan. Kamu cukup menghubungi manajer investasi untuk penjualan (redeem) reksa dana.

Sementara di saham, kamu bisa melakukannya dengan sistem daring yang disediakan sekuritas.

MORE FROM MY SITE