Ingin Bahagia? Habiskan Uang untuk Pengalaman (2)
A- A+

Setelah memahami bahwa keajaiban menjadi seseorang yang senang mendapat pengalaman baru adalah antisipasi, kini kita lanjutkan alasan-alasan berikutnya.

Baca juga: Ingin Bahagia? Habiskan Uang untuk Pengalaman (1).

Kelima, pengalaman tak dapat dibandingkan. Melihat mobil atau gadget baru teman tentu bisa membuatmu iri. Membeli produk terbaru memang mampu memberikan perasaan itu.

Namun, berbeda dengan pengalaman. Pengalaman memiliki sifat yang sangat pribadi. Bahkan ketika temanmu pamer soal perjalanannya menjelajah kincir angin di Amsterdam, hal ini tak akan menggelitikmu.

Karena kincir angin memang tak menjadi minatmu. Hal semacam ini yang membuat pengalaman tak bisa dibanding-bandingkan.

Keenam, antisipasi merupakan pengalaman positif. Antisipasi disini adalah masa tunggu atau hitung mundur hingga hari H liburan atau antreanmu tiba.

Dalam hal ini, bila kamu mengantre untuk membeli barang diskon, kadang kamu akan melihat orang bertengkar atas suatu alasan.

Namun berbeda, bila kamu mengantre untuk menonton konser, hal ini akan jarang kamu lihat. Karena kebanyakan orang yang mengantre ini dapat disatukan dengan pengalaman yang sama, mereka bisa berbagi rasa suka atas idola mereka.

Ketujuh, cara cerdas habiskan uang adalah untuk ingatan. Biarpun perjalananmu tidak terlalu menyenangkan, kamu masih memiliki ‘oleh-oleh’ untuk dibawa pulang.  Oleh-oleh inilah yang nantinya akan menjadi hal lucu beberapa bulan kemudian.

Kedelapan, konsumsi hanya akan mengantar pada konsumsi lagi. Ini merupakan lingkaran setan yang akan kamu dapatkan bila menghabiskan uang untuk berbelanja keinginan, makin banyak yang kamu beli, makin banyak pula keinginanmu.

Kesembilan, pengalaman memberi nilai yang lebih baik. Pembelian barang memiliki masa hidup yang lebih pendek dari pengalaman. Hal ini yang menyebabkan uang akan lebih berharga bila dihabiskan untuk pengalaman baru dibandingkan barang.

Terakhir, pengalaman dapat membuat si mulut besar diam. Pengalaman cenderung kebal pada perbandingan. Misalnya, sebuah makan malam keluarga merupakan pengalaman pribadi yang tak bisa dibandingkan. Berbeda, sepatu mahal yang kamu beli bisa dibandingkan dengan sepatu yang temanmu beli.

Pada akhirnya, pengalaman cenderung mendekatkanmu pada orang lain. Manusia adalah makhluk sosial dan dekat dengan orang lain cenderung membuat orang bahagia.

Lalu, dari pilihan dua amplop sebelumnya, mana yang akan kamu pilih?