Ingin Bebas Utang Sejak Usia Muda? Ini Caranya
A- A+

Utang memang bisa menjadi solusi cepat untuk menyelesaikan masalah keuangan, terlebih bila utang tersebut sifatnya produktif bukan konsumtif. Namun, memiliki utang memang bisa membuat seseorang hidup tidak tenang.

Bila saat ini kamu sedang memiliki utang, tentu kamu tahu bagaimana rasanya. Sebenarnya, ada cara sederhana yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari utang, bahkan sejak usia muda.

Caranya adalah dengan membuat perencanaan keuangan sejak usia muda. Jangan menunda sehari pun untuk menabung dan investasi. Sebab, apa yang kamu lakukan di usia 20 tahunan akan memengaruhi kondisi keuangan di masa depan.

Untuk memastikan bahwa kamu hidup mapan ketika masuk usia 30 tahun, ada beberapa hal bisa kamu lakukan.

Perencanaan
Perencanaan yang baik adalah kunci penting sukses dalam mencapai tujuan keuangan. Bila kamu ingin membeli sesuatu dengan mencicil, lakukan pertimbangan matang. Hitung besar cicilan, bunga dan lama cicilan.

Jangan lupa susun dan buat skal prioritas untuk tiap cicilan dan utang secara rinci. Kamu harus disiplin membayar cicilan tiap bulan hingga utang lunas. Mulailah membayar utang yang terkecil sampai terbesar.

Sebuah hasil riset Harvard Business Review menyebutkan, metode snowball ini lebih efektif untuk membantumu terbebas dari utang.

Buat Batasan yang Jelas
Ketika kamu berencana membebaskan diri dari utang, jangan pernah menambah utang baru. Buat batasan yang jelas agar kamu tak jatuh ke dalam jebakan yang sama. Bila kamu pernah terjebak utang kartu kredit, maka jangan bawa kartu kredit dalam dompet.

Sebab, membawa kartu kredit ke mana pun kamu pergi akan memmudahkanmu menggunakannya. Kamu bisa kembali hilang kendali. Jadi, bawa saja uang tunai atau kartu debit. Demikian, kamu hanya akan belanja sesuai keuangan.

Siapkan Dana Darurat
Dana darurat sangat penting dalam pengelolaan keuangan. Bagi kamu masih bujang, besar dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Untuk yang sudah berkeluarga, besar dana darurat minimal enam kali pengeluaran bulanan.

Dana ini penting bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, barang penting hilang, kebakaran rumah atau lainnya. Simpan dana darurat pada rekening terpisah namun tetap mudah dicairkan. Deposito atau reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan.

Hindari Gaya Hidup Berlebihan
Saat mendapat kenaikan gaji, biasanya konsumsi juga akan naik. Bila ini terjadi padamu, kamu harus sadar bahwa lambat laut, kenaikan gaji yang kamu dapat terasa tidak pernah cukup.

Tak perlu iri pada gaya hidup orang lain. Tetaplah hidup sederhana. Bila selalu terpengaruh orang lain demi gengsi, kamu juga harus siap terperosok ke kubangan utang.

Maksimalkan Pendapatan
Perbedaan besar orang sukses dan orang biasa adalah, orang biasa selalu berpikir untuk berhemat dan orang sukses selalu berpikir cara menambah penghasilan. Tak ada salahnya mencoba menambah penghasilan dengan kerja paruh waktu, bukan?

Kemajuan teknologi memungkinkanmu punya pekerjaan paruh waktu. Setelah mendapatkannya, jangan ubah gaya hidupmu. Kamu akan terkejut pada berapa rupiah yang bisa kamu tabung dari pendapatan sampingan ini.

Buang Anggaran Nonkebutuhan
Buat perincian tertulis untuk barang-barang atau kebutuhan yang tak kamu butuh. Menurut satu perencana keuangan, bila kamu tak membutuhkan satu barang dalam satu minggu, artinya kamu tak terlalu butuh barang tersebut.

Setelah mengumpulkannya, kamu bisa menjualnya. Kamu bisa menjual pakaian bekas atau aksesori yang tak lagi terpakai. Hal itu akan membantu keuanganmu.

Sudah siap membebaskan diri dari utang?