Jangan Hanya Pandai Berlibur, Atur Pula Uangmu dengan Cerdas

Jangan Hanya Pandai Berlibur, Atur Pula Uangmu dengan Cerdas
Jangan Hanya Pandai Berlibur, Atur Pula Uangmu dengan Cerdas

Mengatur keuangan memang tidaklah mudah. Terlebih lagi, tidak ada pelajaran yang khusus mengajarkan ilmu tersebut selama di bangku sekolah. Hal ini membuat anak muda (milenial) kerap melakukan kesalahan yang sama dalam mengatur keuangan.

Ditambah lagi, hasil riset George Washington Global Financial Literacy Excellence Center pada 5.500 milenial menunjukkan, hanya 24% responden mengerti prinsip keuangan. Kamu pun tak harus bergabung dengan kelompok milenial itu bila mengetahui ilmunya.

Perencana Keuangan MoneynLove Andreas Freddy Pieloor mengatakan, milenial dengan usia di bawah 30 tahun sudah harus mulai menyisihkan 10% gaji untuk investasi. Sedangkan yang berusia di atas 30 tahun, meningkat menjadi 20%.

Langkah sederhana ini akan membantu milenial mengamankan keuangan mereka untuk jangka panjang. "Jika ingin keuangan membaik, milenial harus bisa membagi pendapatan ke dalam delapan pos," katanya seperti dikutip Kontan.

Pos pertama adalah untuk keperluan sosial seperti zakat atau sumbangan sekitar 2,5%-10%. Kedua, utang paling banyak 30%. Ketiga, asuransi sebesar 10%. Keempat, investasi 10%-20%. Kelima, pendidikan anak sekitar 10%. Keenam, kebutuhan bulanan 60%. Ketujuh, hiburan 2,5%. Kedelapan, liburan jangka panjang 2,5%.

"Milenial harus mencamkan bahwa masa depan tak kalah penting dari hari ini. Jadi, kalau menabung dari sisa-sisa hari ini, maka konsep pemikiran masa depan tentu adalah sisa-sisa hari ini," kata Freddy.

Lalu, bagaimana cara mengetahui adanya kesalahan dalam mengelola keuangan?

Cara paling mudah adalah dengan melihat sisi aset. Bila sudah bekerja selama beberapa tahun namun tidak ada tabungan memadai atau tambahan aset, maka bisa dipastikan perlu ada perbaikan cara mengelola keuangan dan gaya hidup.

Jadi, cermati kembali cara belanja serta prioritas pengeluaran harian dan bulanan dengan melakukan pencatatan. Melalui data dari pencatatan itu, secara umum kamu akan bisa membagi kategori pengeluaran dalam beberapa kelompok konsumsi, tabungan/investasi, juga sosial.

Ketika kamu sudah tahu pos yang paling banyak kamu lakukan, kamu bisa mulai melakukan evaluasi. Bila konsumsi terlalu besar dan tak ada kontribusi ke pos tabungan/investasi, maka kamu akan kesulitan mewujudkan tujuan jangka panjang.

MORE FROM MY SITE