Jangan Samakan Sifat Hemat dengan Pelit

Jangan Samakan Sifat Hemat dengan Pelit

Merencanakan pengeluaran dengan cermat memang penting. Kamu perlu memiliki catatan khusus untuk evaluasi arus kas setiap bulannya. Hasilnya, kamu bisa berhemat setidaknya 10%-20% per bulan.

Pengurangan-pengurangan yang terjadi akan membuatmu tampak pelit. Padahal, evaluasi yang kamu lakukan akan menghilangkan pengeluaran yang tidak penting. Agar tidak terus-menerus salah paham, ciri-ciri inilah yang membedakan antara orang hemat dan pelit.

Tidak Pernah Memberi Tip
Memberi tip memang belum menjadi budaya di Indonesia. Padahal, tip adalah bentuk apresiasi pada jasa atau layanan. Orang yang sedang berhemat mungkin akan menimbang perlu-tidaknya memberi tip.

Meski begitu, bila kamu merasa puas dengan suatu layanan, kamu bisa berlatih memberi tip. Kebiasaan ini juga tidak harus dalam nominal besar. Kamu bisa memberikannya sebagai bentuk ucapan terima kasih. Memberi juga akan membuatmu lebih bersyukur dan bahagia.

Tak Mengeluarkan Uang untuk Sesuatu yang Dibutuhkan

Kebutuhan berbeda dengan keinginan. Kamu boleh menunda pengeluaran untuk hal yang sifatnya keinginan. Namun, bila pengeluaran tersebut benar-benar menjadi kebutuhan, alangkah tidak bijak menundanya.

Selalu makan dan berkumpul dengan teman-teman di restoran termasuk keinginan. Mengganti komputer jinjing yang rusak untuk bekerja adalah kebutuhan. Jangan tunda membeli komputer jinjing yang justru memengaruhi produktivitas.

Menghindar dari Kewajiban Pajak
Seperti dilansir liputan 6,  menghindar dari pajak adalah tanda pelit. Hal ini sering terjadi saat makan bersama di restoran. Di sana, kamu diharuskan membayar pajak restoran setidaknya 10%.

Meski begitu, di dalam daftar menu, mereka biasanya belum memasukkan daftar komponen pajak tersebut. Saat membayar, jangan hanya membayar sesuai harga, karena itu bisa menyusahkan teman-temanmu karena harus membayar pajaknya.

Jangan jadikan hal itu kebiasaan karena akan membuat teman-temanmu kapok mengajakmu makan bersama.

Hanya Mengejar Diskon

Berburu diskon memang berguna untuk penghematan. Namun bukan hemat namanya bila hanya membeli barang diskon dengan kualitas buruk. Harga dan kualitas harus menjadi pertimbangan yang sebanding.

Soal kualitas, boleh setingkat lebih rendah, tapi bukan berarti jauh di bawah standar. Bila kamu hanya peduli dengan murah, kamu justru akan rugi karena barang-barang tersebut cepat rusak.

Membeli barang yang sama berulang kali pun hanya akan membuat pengeluaranmu semakin boros.

Tidak Mau Rugi
Ketika belanja di toko kecil dan kasir tidak memiliki kembalian Rp100 dan kamu menagih dengan marah-marah dan teriak. Ini adalah tanda pelit. Uang sekecil apa pun memang sangat berharga, namun jangan membuatmu menjadi pribadi yang perhitungan.

Kalau memang kembalian kurang, tanyakan baik-baik. Kalau ada teman berutang, tagih kapan ia bisa membayar. Tak perlu emosi. Masih banyak cara berhemat tanpa menjadi pelit. Hal yang penting adalah strategi atau rencana keuangan yang mumpuni.

MORE FROM MY SITE