Kenali 'Anatomi' Belanja untuk Mengetahui Cara Menahan Hasrat Itu
A- A+

Punya hobi belanja? Hasil survei terbaru Kadence Internasional mengungkap fakta menarik. Sebanyak 28% populasi Indonesia ternyata memiliki pengeluaran lebih besar dari pendapatan bulanan. Artinya, orang Indonesia termasuk kategori konsumtif.

Perubahan kebiasaan konsumsi ini makin parah ketika pemasukan bertambah. Kepuasan emosi ketika mampu membeli barang bermerek pun seolah menjadi candu. Untuk itu, bila kamu ingin mengerem nafsu belanja, kamu bisa mulai dengan mengenai anatominya seperti dilansir liputan6.com.

Tekanan Sosial

Bila sudah merasa tertekan secara sosial, biasanya kamu juga ingin punya apa yang dimiliki orang lain. Alhasil, kamu tak bisa mengenali apa yang benar-benar kamu butuhkan. Tekanan ini bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia.

Karena itu, dalam pergaulan, sangat penting untuk menjadi diri sendiri agar tidak mudah terpengaruh lingkungan.

Rasa Tak Aman

Sering merasa tak percaya diri? Rasa ini menunjukkan bahwa kamu tak merasa aman karena ada yang kurang dari diri sendiri. Alhasil, kamu hal lain untuk menutupi kekurangan itu.

Berbeda, bila kamu percaya diri, kamu tidak akan terlalu peduli penilaian orang lain.

Jebakan Industri

Seringkali, alasan ketiga ini menjadi penyebab utama menjadi konsumtif. Sering tergoda barang- barang dengan label diskon? Penawaran itu memang menarik namun seringkali kamu ternyata tak memerlukan barang tersebut.

Lalu, bagaimana mengendalikan keinginan belanja? Berikut trik yang bisa kamu lakukan.

Ketahui Keinginan Diri

Kadang, kamu perlu meluangkan waktu untuk menulis apa yang kamu butuh. Hal ini akan membantumu menghemat belanjaan. Saat ini, orang justru sering membeli apa yang mereka inginkan, bukan butuhkan.

Hindari Kegiatan Belanja sebagai Pelampiasan

Kebanyakan orang, khususnya wanita, berbelanja untuk melampiaskan rasa bosan atau kesal. Kebiasaan ini bisa memicu pengeluaran lebih besar dibanding belanja yang terencana.

Jadi, hindari belanja ketika dalam kondisi ini.

Perhatikan Tempat Belanja

Kamu tak harus selalu berbelanja di mal. Jika ada tempat lain yang menjual barang- barang lebih murah, kamu bisa pergi ke tempat itu. Kadang, pasar tradisional, pasar modern atau toko kecil menawarkan barang kebutuhan dengan harga miring.

Berpikir Ulang

Jika kamu berpikir dua kali sebelum membeli barang, kamu akan menyadari bahwa kamu mungkin tak membutuhkan barang itu untuk saat ini. Jadi, mengapa harus membeli sekarang bila ternyata tidak butuh saat ini?