Kesalahan Ini Kerap Menghampiri Kala Membeli & Membayar Asuransi

Kesalahan Ini Kerap Menghampiri Kala Membeli & Membayar Asuransi

Produk asuransi memang punya banyak fungsi. Memilih asuransi yang tepat tentu akan bermanfaat melindungimu dan keuanganmu. Meski fungsinya penting, masih banyak orang kerap menolak asuransi ketika mendapat tawaran via telepon.

Alasannya, entah karena merasa belum butuh, banyak yang yang mengaku rugi dengan asuransi. Karena itu, sebelum membeli dan menandatangani polis asuransi, kamu sebaiknya melihat dengan rinci perihal asuransi itu sendiri.

Kerugian yang dilaporkan Detik ini kerap menjadi keluhan, jadi, jangan sampai menimpamu juga.

Memiliki Asuransi Dengan Perlindungan Tidak Tepat

Buat kamu yang sudah punya asuransi, coba cek kembali apakah asuransi yang kamu beli benar memberikan perlindungan yang kamu inginkan. Misal, kamu membeli produk asuransi karena tertarik perlindungan pada 99 penyakit.

Lalu, pernahkah kamu mempelajari 99 penyakit tersebut dengan kondisi yang menyertainya? Bila tidak, bisa jadi pemahamanmu tentang 99 penyakit ini berbeda dengan apa yang tercantum dalam polis.

Padahal, yang akan digunakan sebagai rujukan untuk klaim adalah yang tercantum dalam polis, bukan dari pemahamanmu atau pemaparan agen. Risiko ini sangat mungkin terjadi, oleh karenanya cek kembali apakah pertanggungan asuransimu sudah sesuai.

Bayar Premi Terlalu Besar

Sudah tahu seberapa besar perlindungan dan jenis perlindungan yang kamu (dan keluargamu) butuhkan? Bila tidak tahu hal mendasar itu, bisa jadi kamu terlalu besar membayar premi asuransi tiap periodenya.

Kadang, begitu mengetahui premi yang terlalu besar ini, kamu bisa jadi berpikir bahwa perlindungannya pun semakin besar. Padahal hal ini salah ibarat membeli baju, tentu tidak nyaman mengenakan baju dengan ukuran lebih besar.

Dalam hal keuangan, hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan keuangan.

Investasi di Produk Asuransi

Meski banyak Perencana Keuangan memberi informasi tentang kesalahan investasi dalam produk asuransi, tetap saja ada yang melakukannya. Janji 'pengembalian premi,' 'uang tidak hangus,' sampai 'imbal hasil yang terlihat besar' kerap membuat orang tetap tertarik investasi di asuransi.

Bila melakukan hal ini, kamu harus sadar bahwa imbal hasil investasi di produk asuransi tidak terlalu besar. Simulasinya, misalnya asuransi memproyeksikan imbal hasil 12% per tahun, sedangkan produk investasi langsung 18% per tahun, maka ada 6% pengembangan yang tidak kamu dapat.

Jadi, cermatlah sebelum membeli dan menandatangani polis asuransi!

MORE FROM MY SITE