Mari Kenali Beda Sukuk Tabungan dengan Investasi Lain
A- A+

Di awal pekan ini, pemerintah mulai membuka masa penawaran Sukuk Tabungan. Instrumen investasi ini menawarkan sederet keuntungan dibanding instrumen investasi lain. Terlebih lagi, saat ini produk investasi Syariah masih tergolong minim.

Kepala Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus bilang, investasi di Sukuk Tabungan bisa memberi investor imbalan 6,9% per tahun yang dibagikan tetap dengan tenor pendek, yakni dua tahun.

Keuntungan lain, investasi pada produk ini dijamin sepenuhnya oleh pemerintah. Sukuk Tabungan juga menggunakan aset dasar sehingga aman. “Instrumen ini juga dilengkapi fasilitas early redemption sehingga bisa dicairkan lebih awal,” ujar Nico baru-baru ini.

Menurut Nico, saingan terberat sukuk tabungan adalah obligasi sukuk ritel (SR) yang juga menawarkan imbalan tetap bagi investor dengan tenor yang juga pendek, yakni sekitar tiga tahun. “Jangka waktu hanya berbeda satu tahun dengan Sukuk Tabungan,” kata Nico.

Bedanya, investasi di SR mendapat keuntungan lain karena investor bisa mendapat capital gain dari selisih harga di pasar sekunder. Pemerintah menetapkan imbalan SR008 yang diterbitkan Maret 2016 lalu sebesar 8,3%.

Instrumen lain, saving bonds ritel (SBR) menawarkan konsep serupa sukuk tabungan. Yakni, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, memiliki mekanisme early redemption, dan jangka waktu dua tahun.

“Minimum kepemilikan early redemption di Sukuk Tabungan ditentukan lebih kecil yakni sebesar Rp 4 juta dibanding SBR yang Rp 10 juta,” kata Nico. Meski demikian, Sukuk Tabungan lebih menarik karena menawarkan imbalan tetap.

Sedangkan tingkat kupon SBR ditetapkan floating with floor dengan penghitungan tingkat bunga penjaminan LPS ditambah spread. Untuk SBR002 yang diterbitkan pemerintah Mei 2016, menetapkan kupon awal 7,5%.

Sementara itu, reksa dana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang akan lebih menguntungkan dibanding Sukuk Tabungan dari sisi fleksibilitas dan dapat dicairkan kapan saja. Investasi di reksa dana juga lebih murah sekitar Rp 100 ribu dibanding sukuk tabungan yang minimum Rp 2 juta.

“Namun butuh ketelitian dalam memilih reksa dana karena return tak pasti serta nilai investasi tak dijamin pemerintah,” pungkas Nico.