Mari Mengenal DIRE, Investasi Properti Kolektif
A- A+

Di pasar keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berusaha membuat pasar semakin semarak. Karenanya, ada beberapa produk baru muncul dan disempurnakan.

Aturan-aturan yang mempermudah investor masuk ke pasar keuangan pun dipermudah. Targetnya, partisipasi masyarakat di pasar keuangan bisa naik. Salah satu investasi di pasar keuangan yang dianggap memiliki prospek cerah adalah Dana Investasi Real Estat (DIRE).

DIRE merupakan metode investasi di properti baik secara langsung (seperti membeli dan menyewakan gedung) maupun tidak langsung (berinvestasi di saham perusahaan properti) dengan cara kolektif.

Secara sederhana, DIRE adalah reksa dana namun khusus di bidang properti. Demikian, investor kecil sekalipun bisa masuk DIRE. Lembaga keuangan yang mengelola DIRE pun diwajibkan menempatkan setidaknya 80% dana kelolaannya pada aset terkait real estat.

Dari jumlah ini, minimal 50% dana kelolaan DIRE juga harus berbentuk aset real estat seperti perkantoran, perumahan dan apartemen dengan tingkat hunian setidaknya 60%. Di dalam aturan pengelolaan, DIRE dilarang memperjualbelikan aset real estat secara aktif dalam jangka waktu singkat.

Sebesar 90% dari pendapatan kena pajak DIRE juga harus dibagikan sebagai dividen. Menarik bukan? Bayangkan, kenaikan properti per tahun biasanya mencapai 7%-10% dari nilai properti.

Melalui perhitungan ini, di jangka panjang, investor DIRE diharapkan bisa mendapat keuntungan dari kenaikan nilai properti dan nilai sewa. Risiko DIRE sendiri adalah, hanya dapat berinvestasi ke aset real estat.

Artinya, kinerjanya sangat tergantung sektor properti. Risiko lainnya adalah kemungkinan gagal bayar penyewa, turunnya nilai properti dan risiko likuiditas saat investor mencairkan dana.

Padahal menjual aset properti tidak semudah menjual aset di pasar keuangan. DIRE pertama di Indonesia dikeluarkan Ciptadana Asset Management dengan produk DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia.

Produk ini memiliki aset berupa Solo Grand Mall di kota Solo Jawa Tengah. Di 2017, sudah ada kandidat DIRE selanjutnya yaitu PT Bowsprit Aset Management yang rencananya memiliki aset berupa gedung perkantoran.