Mengenal Apa Itu Arus Kas dan Mengapa Penting Bagi Bisnis

Mengenal Apa Itu Arus Kas dan Mengapa Penting Bagi Bisnis
Mengenal Apa Itu Arus Kas dan Mengapa Penting Bagi Bisnis

Bagi beberapa orang, kata arus kas (cash flow) mungkin masih terdengar asing. Namun, bila kamu memutuskan mendirikan bisnis sendiri, kamu harus tahu bahwa menjaga arus kas tetap positif adalah hal penting.

Menurut Jean Murray dari The Balance, arus kas adalah uang yang keluar dan masuk ke dalam bisnis yang kamu geluti dalam sebulan. Sederhananya, arus kas terkait uang yang datang dari klien atau konsumen yang mengonsumsi produk atau jasamu.

Selain itu, arus kas juga terkait uang yang keluar dari bisnismu dalam bentuk pembayaran biaya-biaya yang timbul, seperti sewa tempat, pajak atau biaya-biaya lainnya.

"Jika lebih banyak uang masuk dibanding yang keluar, berarti arus kas positif. Bila pengeluaran lebih besar, bisnis akan berada dalam bahaya karena akan mengikis modal atau bahkan menimbulkan utang. Inilah mengapa menjaga arus kas tetap positif menjadi penting," papar Jean.

Lebih lanjut, Jean mengatakan, kurangnya uang tunai menjadi salah satu penyebab gagalnya bisnis kecil atau rintisan. Menurut lembaga riset Moya K. Mason dalam laman resminya, kurangnya cadangan uang tunai menjadi alasan teratas gagalnya bisnis.

Arus Kas Ketika Memulai Bisnis
Mengatasi masalah arus kas adalah hal tersulit yang bisa kamu temui ketika memulai bisnis. Kondisinya, kamu memiliki banyak pengeluaran dan uang keluar dengan cepat. Kondisi diperparah ketika kamu tak mencetak penjualan.

Ketika berada dalam kondisi semacam ini, kamu perlu melakukan perencanaan dan menyusun strategi yang memang mampu membuatmu tetap berjalan dan berada dalam kondisi arus kas yang positif.

Salah satunya caranya adalah dengan bantuan bank. Beberapa bank memiliki layanan yang dapat membantumu melakukan pengelolaan kas, seperti layanan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini.

Pilih Arus Kas atau Keuntungan?
Kemungkinan mencetak keuntungan bukan hal mustahil, namun ada kemungkinan keuntungan itu bukan berupa uang tunai. Pendeknya, keuntungan dalam hal ini adalah konsep akuntansi. Sementara uang tunai adalah uang tunai yang ada di dalam rekening.

Kamu bisa saja punya aset atau piutang, namun bila kamu tak bisa mendapatkan uangnya dari konsumenmu, sama saja kamu tidak punya uang tunai. Sistem akuntansimu mungkin juga menunjukkan perbedaan antara uang tunai dan keuntungan.

Bila bisnismu menggunakan sistem akuntansi akrual, maka kamu akan mengenali pendapatan ketika ada dokumen tagihan dikirim, meski konsumen belum membayar. Dalam kasus ini, kamu mungkin memiliki keuntungan, namun tidak dengan uang tunai.

MORE FROM MY SITE