Pahami Aturan Baru dalam Investasi Emas Ini
A- A+

Investasi emas kerap menjadi pilihan sebagian investor. Peluang imbal hasil yang relatif lebih baik dibanding tabungan dan deposito membuat emas menarik. Bila selama ini kamu rajin mencicil emas dalam portofolio investasi, kamu harus tahu aturan baru ini.

Saat ini, pemerintah saat mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) 10% untuk emas berbentuk koin atau batangan. Alasannya, pemerintah mempertimbangkan bahwa emas batangan dianggap sebagai bahan baku industri.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 107/PMK.010/2015 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Sehubungan dengan Pembayaran Atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain, pemerintah menerapkan aturan baru dalam transaksi emas.

Aturan yang resmi itu terbit pada 8 Juni 2015 tersebut menerapkan pajak penjualan emas batangan (PPh) sebesar 0,45% dari harga jual emas. Lalu, bagaimana penerapannya?

Dilansir dari Okezone, pajak ini dikenakan hanya saat transaksi. Artinya, beban pajak hanya terjadi sekali saat pembelian. Sedangkan saat menjualnya, pajak bisa dibebankan pada calon pembeli.

Berikut ilustrasi. Di awal bekerja, Robert tertarik menyimpan uang dalam bentuk emas. Akumulasi nilai investasi Robert saat ini adalah 1 kilogram emas atau setara uang Rp600 juta. Menurut catatan Robert, transaksi saat pembelian emas setara Rp400 juta.

Maka perhitungan ilustrasi pajaknya, akumulasi harga beli emas Rp400 juta sudah termasuk komponen harga beli yang dibayarkan Robert. Jika Robert ingin menjualnya, maka ia bisa membebankan biaya pajak 0,45% x Rp600 juta pada pembeli.

Adapun selisih keuntungan sebesar Rp200 juta juga dimasukkan ke dalam laporan SPT tahunan Robert sebagai penghasilan yang dikenakan PPh dengan tarif umum dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Melalui aturan baru tersebut, investasi pada logam mulia tak lagi istimewa. Kedudukannya sama persis dengan instrumen investasi lain seperti deposito, properti, obligasi, saham dan lain-lainnya. Namun, bedanya, pajak emas hanya satu kali saja.

Sesuai tujuannya, emas adalah investasi untuk jangka menengah dan panjang. Karena itu, kamu bisa menghitung kembali untung rugi melakukan investasi pada logam mulia.

Bila kamu merasa emas tak lagi memberi imbal hasil menarik, sudah saatnya kamu melirik investasi yang menawarkan imbal hasil lebih baik.

Selamat berinvestasi.