Pasar Keuangan Tak Stabil, Perlukah Memindahkan Investasi?
A- A+

Banyak pemberitaan menceritakan kondisi ekonomi Indonesia yang kurang baik. Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun melambat. Dampaknya, mulai dari daya beli masyarakat melemah hingga pertumbuhan kredit dan investasi melambat.

Pemberitaan semacam ini tentu membuat para investor bertanya-tanya. Perlukah memindahkan investasi? Sebelum mengambil langkah gegabah, ada baiknya kamu baca pertimbangan ini.

Alihkan Saham ke Obligasi Pemerintah
Saat ekonomi cenderung stabil, pasar saham menjadi pilihan investasi banyak investor. Sebab, saham menawarkan imbal hasil yang menarik. Namun, bila pasar saham sedang bergejolak, kamu bisa memindahkan investasimu ke obligasi pemerintah.

Meski tak setinggi saham, imbal hasil obligasi pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN), sukuk atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) tetap lebih tinggi dibanding deposito. Terlebih lagi, ada jaminan dari pemerintah sehingga risikonya hampir tidak ada.

Investasi di ORI misalnya. Investasi ini relatif tak butuh dana besar. Pemerintah Indonesia memiliki ORI dengan harga Rp3-5 juta. Prinsip tersebut juga berlaku pada investasi reksa dana. Kamu bisa memindahkan reksa dana saham ke reksa dana campuran yang memiliki risiko lebih minimal.

Pindahkan ke Emas
Di dunia investasi, emas dikenal sebagai safehaven. Memegang emas, berarti keluar dari segala macam ketidakpastian yang terjadi di pasar keuangan yang bergerak di luar kendali.

Sejak masa romawi, emas menjadi salah satu alat investasi untuk kepentingan jangka pendek dan menengah yang nilainya tak akan termakan inflasi. Karena itu, bila pasar keuangan sedang bergejolak, harga emas biasanya malah naik.

Hal ini mengikuti hukum permintaan dan penawaran. Saat banyak yang mencari emas, tentu harganya akan mengalami kenaikan.

Semoga bermanfaat.