Pensiun Muda dan Keliling Dunia Bukanlah Hal Mustahil (1)
A- A+

Umumnya, orang akan masuk masa pensiun ketika menyentuh usia 55 tahun. Di usia itu, tentu kamu masih bisa berkeliling dunia. Namun, alangkah serunya bila bisa melakukan hal tersebut di usia muda.

Namun, mungkinkah pensiun di usia muda dan berkeliling dunia?

Seorang mantan pengacara asal Chicago, Anita Dhake membuktikannya. Ia pensiun dari pekerjaannya di usia 33 tahun dan mewujudkan mimpi berkeliling dunia, mulai dari Australia hingga Norwegia.

Menurut laporan Forbes, Dhake sudah mengunjungi 49 negara pada pertengahan 2016. Dhake mengaku, pekerjaan sebagai pengacara memberinya penghasilan besar. Kemudian, disiplin menyisihkan penghasilan tiap bulan menjadi kuncinya mengumpulkan uang.

Dhake membiasakan diri menabung sejak dini. Kebiasaan tersebut tentu bertolak dengan hasil riset Employee Benefit Research Institute yang menemukan bahwa banyak orang menunda menabung sebagai bekal pensiun. Tapi tidak dengan Dhake.

Dhake sudah mulai menabung untuk keperluan pensiun sejak tahun kedua bekerja. Dhake punya target mampu mengumpulkan US$450 ribu (Rp 6,07 miliar). Tak disangka, dalam lima tahun menabung, tabungan Dhake sudah mencapai US$700 ribu (Rp 9,44 miliar).

“Semua tergantung konsep menyimpan uang, bukan jumlah uang yang dihasilkan,” katanya. Selain menabung sejak dini, Dhake juga punya gaya hidup hemat. Prinsip hidup hemat membuat rencana menabungnya bisa konsisten.

Dhake hidup sederhana dengan memilih berbagi tempat tinggal di apartemen dengan orang lain untuk menghemat biaya sewa. Selain itu, ia juga membawa bekal makan ke kantor.

Urusan moda transportasi, Dhake memilih bersepeda, jalan kaki, atau kendaraan umum. Soal pakaian, Dhake tak malu mengenakan baju dari kakaknya.

“Mengubah gaya hidup menjadi lebih hemat akan membuatmu sadar ada banyak hal yang sebenarnya tak kamu butuh dalam hidup,“ katanya.

Menabung dan hidup hemat saja tidaklah cukup untuk bekal pensiun, apalagi menjelajah dunia. Karenanya, Dhake juga berinvestasi. Dhake bisa tenang menjelajah dunia meski sudah tak bekerja salah satunya berkat penghasilan pasif dari keuntungan investasi.

Dhake mengalokasikan sebagian tabungannya ke investasi. Ada banyak pilihan untuk masuk portofolio investasi, seperti emas, reksa dana, dan saham. Nilai emas cenderung naik tiap tahunnya dan tak tergerus inflasi. Kemudian investasi ‘murah’ reksa dana.

Manajer investasi akan mengelola uangmu dalam reksa dana. Di Indonesia sendiri ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran.

Berlanjut ke bagian kedua.