Percaya Mitos Investasi Ini Bisa Membuatmu Kecewa

Percaya Mitos Investasi Ini Bisa Membuatmu Kecewa

Investasi merupakan salah satu cara mengamankan tujuan keuangan di masa depan. Namun, investasi tak semudah menabung. Butuh pemahaman lebih mengenai investasi agar tidak terjebak investasi bodong.

Pengetahuan mengenai investasi yang cukup akan membuatmu tak salah pilih produk investasi sehingga bisa mendapatkan imbal hasil maksimal sesuai tujuan keuangan. Sayangnya, banyak orang gagal berinvestasi karena pemahaman mereka masih minim.

Mereka juga kerap terjebak mitos-mitos seputar investasi. Untuk itu, kenali persepsi itu dan luruskan dengan yang benar seperti dilaporkan liputan6.com.

Investasi Selalu Memberi Keuntungan Lebih

Mendapat imbal hasil lebih tinggi adalah tujuan utama investasi. Meski begitu, imbal hasil maksimal investasi tergantung beberapa faktor, seperti tren industri, kondisi ekonomi, dan iklim investasi saham yang bisa memengaruhi keuntungan investasi.

Tak Ada Perbedaan Instrumen Investasi

Di mata sebagian besar orang, mungkin semua instrumen investasi sama saja. Padahal, instrumen investasi bermacam-macam. Ada saham, properti, emas, obligasi dan reksa dana. Kamu harus memahaminya agar bisa mengambil produk investasi yang tepat.

Misalnya, ingin berinvestasi jangka pendek, jangan memilih produk investasi saham. Pilih produk investasi yang bisa berjangka pendek seperti deposito.

Daripada Saham, Lebih Baik Investasi di Reksa Dana Karena Tidak Akan Rugi

Bila kamu sudah menjadi investor reksa dana, mungkin merasa produk investasi ini jauh lebih aman karena dikelola ahli investasi. Namun, ini belum menjamin kamu bebas rugi. Agar terhindar dari kerugian, sebaiknya cari tahu rekam jejak (track record) manajer investasi yang mengaturnya.

Kamu bisa melihat status dan sejarah pengelolaan aset mereka setidaknya selama lima tahun terakhir. Apabila berhasil mencetak imbal hasil (return) yang cenderung stabil, manajer investasi berarti berperan dengan sangat baik.

Jangan lupa juga untuk memilih reksa dana paling sesuai tujuan keuanganmu. Reksa dana saham misalnya, lebih pas untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang. Sedangkan reksa dana pendapatan tetap, untuk kepentingan jangka pendek.

Cukup Cepat Mendatangkan Imbal Hasil

Sebaiknya, jangan menganggap investasi akan memberi keuntungan optimal dalam waktu singkat. Berpikirlah dengan logika bahwa imbal hasil investasi akan dapat dirasakan setelah jangka waktu minimal satu tahun.

Jika kamu berinvestasi dalam jumlah lebih besar, potensi keuntungan setelah jangka waktu tersebut akan maksimal juga.

Harga Sedang Turun, Apakah Harus Segera Menjual Investasi?

Coba perhatikan pasar saham. Ketika harga saham turun, sejumlah investor mulai sedikit panik dan langsung menjual saham miliknya. Langkah seperti itu bisa saja keliru. Sebaiknya, meski harga sedang menurun, manfaatkan untuk melakukan pembelian saham kembali.

Pembelian saham juga sebaiknya mempertimbangkan tren dari pergerakan saham itu sendiri.

Modal Besar Mendatangkan Untung yang Juga Besar

Untuk menjadi investor tak harus menunggu sampai punya banyak uang. Saat ini ada banyak pilihan investasi yang mudah dengan modal minim, seperti reksa dana. Bermodal Rp100 ribu, kamu sudah bisa menjadi investor reksa dana atau emas melalui beberapa lembaga nonbank seperti Pegadaian.

Untuk menjalankan investasi yang cukup mudah ini, pastikan kamu tetap sabar dan cermat. Kamu dapat terus membekali diri dengan pengetahuan seputar investasi agar tidak lagi salah persepsi tentang investasi.

Kamu bisa memanfaatkan banyak literatur yang membahas tentang investasi dan jenisnya. Dengan memahami investasi secara menyeluruh, setidaknya kamu bisa terhindar dari kekecewaan karena investasi yang tidak berhasil.

MORE FROM MY SITE