Platinum Masih Dalam Tren Positif
A- A+

Dalam laju pergerakan komoditas logam, platinum masih berada dalam tren positif. Peluang kenaikan diperkuat potensi adanya defisit global. Mengutip Bloomberg, pekan lalu harga platinum kontrak pengiriman Desember 2016 di New York Mercantile Exchange menguat 0,72% ke level US$ 1.071,55 per ons troi.

Kenaikan harga platinum seiring harga emas karena dipicu rilis data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Analis PT Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar bilang, pergerakan harga platinum secara umum berbanding lurus dengan emas.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, platinum menanjak 17,7%. “Kenaikan suku bunga The Fed yang belum pasti mengangkat harga platinum,” kata Deddy.

Sebaliknya, harga platinum mencatat level terendah sejak Juli 2015 di US$ 821,4 per ons troi pada 20 Januari karena tertekan tingginya peluang kenaikan suku bunga The Fed serta melambatnya aktivitas manufaktur di Tiongkok.

Secara fundamental, harga platinum mendapat dukungan dari potensi defisit. Citibank memprediksi cadangan platinum global akan mengalami defisit sebesar 172 ribu ton tahun ini. Gangguan produksi dari tambang platinum di Afrika menekan angka produksi.

Di sisi lain, permintaan platinum sebagai bahan auto catalyst kendaraan berbahan bakar diesel terus meningkat seiring kenaikan penjualan mobil di Eropa dan Tiongkok.

Harga platinum mencatat level tertinggi sejak Desember 2006 di US$ 1.183,1 per ons troi pada 10 Agustus lalu setelah China Passenger Car Association merilis data penjualan kendaraan bermotor di Tiongkok naik 23% dari bulan sebelumnya menjadi 1,6 juta unit atau level tertinggi dalam 17 bulan.

Tak hanya itu, pengiriman mobil di Tiongkok juga naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan menjadi 12,4 juta unit. Namun, kondisi overbought membuat harga platinum terkoreksi 8,4% sepanjang Agustus.

“Pelaku pasar melakukan aksi profit taking. Hal ini bersamaan isu kenaikan suku bunga The Fed September,” papar Deddy.