Punya Rencana Beli Unitlink? Ini Pertimbangannya
A- A+

Bila belum tahu, unitlink adalah produk asuransi sekaligus investasi. Produk ini memang menarik karena selain melindungi diri, juga berfungsi untuk investasi meski imbal hasilnya terbatas.

Perencana keuangan independen Freddy Pieloor menjelaskan, uang setoran unitlink sebagian untuk premi asuransi dan sisanya untuk investasi.  Meski demikian, dengan besar uang setoran yang sama, unitlink tak bisa memberi uang pertanggungan sebesar asuransi murni.

Sebaliknya, unitlink juga tak bisa memberi hasil investasi sebesar produk investasi murni. Artinya, kamu harus mengeluarkan uang dua kali lipat lebih mahal dibanding membeli produk asuransi murni.

“Banyak perusahaan asuransi jiwa mengenakan biaya administrasi bulanan yang lumayan besar ketika mereka membeli unitlink,” beber Freddy seperti dikutip Kontan. Instrumen investasi dalam produk unitlink, sebagian besar merupakan reksa dana kelolaan manajer investasi (MI).

Saat perusahaan asuransi memindahkan dana ke MI, ada biaya pengelolaan yang dibebankan pada nasabah unitlink. Bukan hanya itu saja, perusahaan asuransi juga biasanya mengutip biaya manajemen ke nasabah.

Karena itu, bila kamu merupakan nasabah unitlink, kamu akan dibebani dua biaya manajemen. Kala menambah dana investasi, kamu juga akan dikenakan biaya sampai 5% dari nilai tersebut.

Biaya yang tinggi ini membuat dana investasi tak bisa tumbuh maksimal. Karena itu, menurut Freddy, imbal hasil produk unitlink tidak optimal karena dana nasabah dipakai untuk biaya komisi agen sebesar 30%–40% dan operasional lainnya.

Dalam dua tahun pertama, dana yang ditempatkan di produk unitlink seringkali tak tumbuh. Bahkan, dalam lima tahun, ada potensi dana nasabah tergerus hingga 25%.

Lalu, bagaimana bila sudah terlanjur membeli produk unitlink?

Freddy menyarankan, untuk produk yang berusia setahun sampai tiga tahun, sebaiknya ditutup saja. Sebab, biaya akuisisi atau top up masih besar. Padahal, dana nasabah belum berkembang sama sekali.

Bila dana di produk unitlink sudah mengendap selama lima tahun, Freddy menawarkan beberapa pilihan. Pertama, diamkan saja unitlink itu. Atau, kamu bisa melakukan penghitungan ulang.

Bila belum cukup untuk membayar biaya proteksi asuransi, kamu harus menambah premi agar danamu tidak tergerus. Bila kamu butuh premi yang lebih besar dari hasil pengembangan, kamu bisa mempertimbangkan penurunan angka uang pertanggungan (UP).

Memang, manfaat asuransi berkurang, namun ini harus kamu lakukan agar hasil pembiakan dana tetap mencukupi untuk membayar premi. Kamu juga bisa menarik semua dana dari produk unitlink.

Selanjutnya, kamu bisa membeli produk asuransi yang murni proteksi. Sisihkan juga dana untuk investasi sesuai tujuan keuangan. Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menambahkan, unitlink memang bukan investasi murni.

“Investasi merupakan manfaat sampingan dan proteksi merupakan manfaat utama,” tegas Eko. Sebagai nasabah, kamu harus pandai melakukan evaluasi produk unitlink dalam lima tahun.

Pada tahun kelima, hampir semua premi masuk ke instrumen investasi. Demikian, Eko menyebutkan, imbal hasil menjadi optimal. Setelah itu, kamu bisa mengambil imbal hasil selama lima tahun untuk dipindahkan ke instrumen investasi lain.

Bila kamu menarik semua dana, nasabah bisa membeli instrumen investasi lain. Risikonya, nasabah bakal kehilangan manfaat perlindungan yang berguna ketika sakit bahkan meninggal.