Ramadan, Saat Tepat Pindah ke Investasi Syariah?

Ramadan, Saat Tepat Pindah ke Investasi Syariah?

Ramadan bisa mendekatkanmu dengan Sang Pencipta. Puasa membuat intensitas ibadah dan ketaatan naik. Apa kamu juga berniat memindahkan portofolio investasi ke sistem syariah?

Bagaimana prospek investasi di saham syariah, reksa dana syariah? Sebelum berpindah, pastikan kamu tahu beberapa hal ini.

Apakah itu Saham Syariah, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Indeks (JII)?
ISSI dan JII adalah indeks saham yang berisi kumpulan saham-saham syariah. Untuk masuk ke dua indeks syariah ini, saham-saham syariah harus memenuhi beberapa ketentuan.

Pertama, perusahaan tersebut tidak memiliki usaha yang bertentangan dengan prinsip riba seperti perbankan. Perusahaan juga tidak menjual barang atau jasa yang bertentangan dengan prinsip Islam.

Pernah dengar PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)? MLBI adalah produsen Bir Bintang. Karena itulah, MLBI tidak masuk ke dalam saham syariah. Perusahaan yang menjalankan usaha perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang/jasa ataupun ada ketidakpastian juga tidak masuk ke dalam saham syariah.

Syarat kedua bagi saham syariah adalah perusahaan tersebut tidak memiliki utang yang jumlahnya maksimal 45% dari total aset. Perusahaan juga dilarang memiliki total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal sebanyak maksimal 10% dari pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain.

Bagaimana kinerja saham dan indeks syariah?
Kamu perlu tahu bahwa saham perbankan, tidak masuk ke dalam saham syariah. Padahal, peran saham perbankan di pasar saham Indonesia sangat besar. Bila saham sektor perbankan turun, biasanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan turun juga.

Maret 2017 lalu, kapitalisasi pasar saham di Indonesia sebesar Rp6,1 triliun. Aset perbankan konvensional di Indonesia jumlahnya lebih besar sebesar Rp6,5 triliun. Di pasar saham, saham sektor perbankan biasanya juga merupakan sektor paling sering ditransaksikkan.

Meski tanpa sektor perbankan, saham syariah bukannya tidak menarik. Di tengah pasar yang bergejolak, ISSI dan JII biasanya lebih stabil. Mengutip Kontan, sampai 26 Mei 2017, indeks ISSI tumbuh 6,62%. Pada periode yang sama tersebut, JII juga tumbuh 6,25%.

Dibanding IHSG, dua indeks saham ini masih kalah. Sampai 26 Mei, IHSG tumbuh 7,39%. Beberapa saham syariah yang menjadi penggerak indeks adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Apakah harus pindah ke investasi syariah?
Kembali pada profil risiko dan tujuan investasimu. Menariknya, di Indonesia, peminat saham dan investasi syariah tidak hanya Muslim saja. Selama ini, investasi di sektor syariah terbukti memberikan imbal hasil yang juga tidak kalah dengan konvensional.

MORE FROM MY SITE