Saat Tepat Pindahkan atau Cairkan Reksa Dana

Saat Tepat Pindahkan atau Cairkan Reksa Dana

Sudah menjadi investor reksa dana? Bagaimana hasilnya? Sudah sesuai tujuan keuanganmu? Asal kamu memilih sesuai tujuan keuanganmu, reksa dana bisa menjadi salah satu alternatif investasi yang mudah, murah dan menawarkan imbal hasil di atas angka inflasi.


Kalau reksa dana milikmu mencetak keuntungan positif, akan selalu muncul keinginan mencairkannya (redeem), baik semua unit maupun sebagian. Sebaliknya, bila hasil reksa dana kurang optimal, kamu juga 'gatal' ingin memindahkannya (switching) pada reksa dana yang menjanjikan hasil lebih baik.


Berikut panduan melakukan dua hal tersebut seperti dikutip Kontan.


Profil Risiko Berubah


Sebelum menjadi investor reksa dana, seringkali kamu diwajibkan mengisi profil risiko. Kalau kamu tipe investor yang tidak sanggup menanggung besarnya fluktuasi di pasar saham, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap.


Sebaliknya, investor agresif bisa memilih reksa dana saham. Pastikan kamu memilih reksa dana sesuai profil risiko sebelum melakukan pemindahan. Pemilihan reksa dana yang salah bisa membuatmu tidak tenang dan susah tidur.


Kinerja Reksa Dana Tidak Sesuai Tujuan


Kamu merasa kinerja reksa dana milikmu tidak optimal? Pertimbangkan untuk berpindah ke reksa dana yang lebih berisiko seperti saham. Awalnya, pindahkan sebagian kecil dahulu, semakin yakin, kamu bisa menambahkan porsinya.


Ingat, pemindahan reksa dana biasanya dilakukan untuk tujuan keuangan menengah atau panjang.


Tujuan Investasi Tercapai


Misalnya kamu ingin berlibur ke luar negeri dalam setahun ke depan. Kamu bisa menyimpan dana di reksa dana pasar uang. Tahun depan, ketika rencanamu sudah terlaksana dan tabungan berlebih, kamu bisa memindahkan dana ini ke reksa dana dengan risiko yang lebih besar agar investasimu aman inflasi.


Mendekati Waktu Pemanfaatan Dana Investasi


Makin mendekati waktu penggunaan dana, tidak ada salahnya memindahkan portofolio reksa dana ke yang minim risiko. Misalnya, selama ini kamu menyimpan dana pendidikan anak di reksa dana saham.


Bila anakmu akan masuk SD sebentar lagi dan kamu perlu dananya, kamu bisa memindahkannya ke reksa dana pasar uang. Demikian, risiko flutuasi nilai reksa dana bisa kamu hindari.


Antisipasi Kondisi Pasar


Hal ini biasanya dilakukan pada tipe investor yang sudah mumpuni. Bila sudah mendengar prediksi pasar keuangan akan mengalami penurunan, kamu butuh wadah dana yang lebih aman.


Namun, di saat kamu lebih optimistis, kamu bisa memindahkannya kembali reksa dana milikmu sesuai profil risiko dan tujuan investasimu.

MORE FROM MY SITE