Sebaiknya Hindari Hal Ini Sebelum Membeli Rumah

Sebaiknya Hindari Hal Ini Sebelum Membeli Rumah

Bagi pasangan muda, memiliki rumah tentu menjadi salah satu impian bersama. Karena harganya yang mahal, mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pun menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Untuk keperluan rumah pertama, Bank Indonesia (BI) mewajibkan pembayaran uang muka (DP) sebesar 15% dari harga rumah, 20% untuk rumah kedua dan 25% untuk rumah ketiga.

Meski demikian, hasil survei National Association of Realtors menemukan fakta yang cukup mengejutkan. Keputusan membeli rumah bisa berdampak buruk bagi kondisi keuangan. Sebab, besar cicilan akan membuat seseorang kesulitan menyiapkan kebutuhan lain.

Dalam hal ini, kebutuhan untuk dana pensiun atau asuransi. Karena itu, beberapa pengelola keuangan justru menyarankan untuk menunda membeli rumah hingga kamu mampu membayar uang muka dengan jumlah yang cukup signifikan.

Namun, bila kamu sudah siap membeli rumah, mantapkan niat dengan membaca pertimbangan berikut.

Buang Harapan Dapat Untung di Masa Depan

Harga properti memang terus mengalami kenaikan. Jadi wajar bila banyak orang beramai-ramai untuk membeli properti. Dalam setahun, kenaikan harganya bisa mencapai 30%, bahkan lebih.

Meski demikian, jangan gegabah. Bila mengontrak rumah membuat kondisi keuanganmu sehat, lakukan. Kamu selalu bisa investasi di tempat lain, misalnya reksa dana atau membuka bisnis.

Saat kondisi keuangan membaik dan kamu bisa membayar uang muka lebih besar agar cicilan dan jangka waktu pendanaan lebih cepat, ini menjadi saat tepat mengambil KPR. Jadi, berhitunglah dengan cermat.

Tak Menggunakan Tenaga Profesional

ketika membeli rumah pertama, pengetahuan seseorang biasanya masih kurang. Kebanyakan, orang akan melakukan survei rumah di sela rutinitas kerja atau di akhir pekan. Tak jarang pula, banyak yang masih bingung dengan istilah teknis yang muncul.

Karena itu, jangan hanya menggunakan perasaan dalam menentukan pembelian rumah. Sebab, membeli rumah pertama bisa menjadi keputusan terpenting dalam hidup. Solusinya, jangan segan meminta bantuan ahli.

Beli Rumah Saat Harga Terlalu Mahal

"Kunci membeli rumah pertama adalah tahu seberapa besar kemampuan bulananmu. Pastikan bahwa kamu bisa terus bertahan dan pendapatanmu cukup menutupi semua kebutuhan," sebut Adam Contos, co-CEO sebuah perusahaan real estate seperti dilansir CNBC.

Perhatikan Besar Nilai Akhirnya
Membeli rumah juga merupakan sebuah komitmen. Dari sana, kamu akan bertemu orang-orang baru, membangun persepsi dan menemukan nilai-nilai lebih dari kehidupan. Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan lokasi dan harga saja.

Adam menilai, memutuskan membeli rumah hanya langkah awal. Kamu harus menginvestasikan waktu untuk melihat kembali apakah keputusanmu tepat. Dengarkan tiap pernyataan agen dan tanyakan kembali bila kamu tak mengerti rincian perjanjiannya.

Bila tidak, membeli rumah bisa menjadi mimpi buruk dan akan berakibat fatal bagi manajemen keuanganmu.

Semoga membantu.

MORE FROM MY SITE