Strategi Bagi Anak Muda Agar Kondisi Finansial Cepat Mapan

Strategi Bagi Anak Muda Agar Kondisi Finansial Cepat Mapan
Strategi Bagi Anak Muda Agar Kondisi Finansial Cepat Mapan

Memiliki keuangan yang stabil dan mapan tentu menjadi impian banyak orang. Siapa saja bisa mencapai tujuan itu, tak terkecuali kamu yang masih muda (milenial). Asal, kamu bisa melepaskan kebiasaan buruk seperti menghabiskan uang untuk hal-hal yang sifatnya hanya senang-senang.

Hasil studi agensi real estate Strutt & Parker bahkan mengklaim, anak muda bisa menghemat sekitar Rp1,2 miliar jika mereka berhenti berbelanja 'barang mewah' yang tak perlu atau hanya sekadar minum kopi mahal di kafe.

Penulis buku 'The Financial Diet: A Total Beginner's Guide to Getting Good with Money' Chelsea Fagan pun menunjukkan hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu mencapai tujuan itu. Chelsea menyarankan, sangat penting mencari substitusi 'hal mahal' dengan yang lebih murah.

Misalnya, mengubah kebiasaan minum kopi dan sarapan di kafe dengan membuat kopi dan sarapan sendiri di rumah. "Intinya, jujurlah pada diri sendiri tentang pengeluaran apa yang sesungguhnya tidak masuk akal," kata Chelsea seperti dikutip The Independent.

Lebih lanjut, Chelsea juga menyarankan untuk melacak transaksi yang terjadi di bulan lalu dan cek transaksi apa yang tidak kamu ingat. "Dari situ, kamu sudah memiliki banyak daftar pengeluaran yang bisa kamu potong ketika membuat bujet untuk bulan depan," katanya.

Kemudian, Chelsea juga menyarankan agar kamu mulai mengurangi makan di luar. "Di Amerika, banyak anak muda memiliki pengeluaran yang besar untuk makanan yang dimakan di luar rumah daripada memasak sendiri di rumah," katanya.

Setelah melakukan hal tersebut, Chelsea juga memberikan kiat untuk belanja dan mulai menabung.

Bujet Realistis dan Disiplin

Menyangkut pembagian gaji, ikuti aturan 50/30/20. Sebesar 50% pendapatan untuk memenuhi biaya dasar dan rutin, seperti biaya sewa dan transportasi. Kemudian, 30% adalah biaya fleksibel, seperti tagihan telepon, belanja, dan makan.

"Di sini pos ini kamu bisa membuat perubahan besar. Misalnya memotong pengeluaran untuk jalan-jalan atau membeli makan siang," katanya. Terakhir, 20% untuk tabungan dan bayar utang serta untuk membangun dana darurat yang idealnya setara tiga bulan biaya hidup.

Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Setidaknya, cari satu sumber penghasilan tambahan. Misalnya, memberikan les privat atau jasa membuat situs atau memotret. Menjual pakaian atau perabot tak terpakai juga bisa kamu lakukan.

Kelola Utang

Utang harus menjadi prioritas pertama yang harus kamu lunasi baru fokus pada tabungan dan dana darurat. "Setelah itu, barulah kamu bisa berinvestasi. Cara ini akan memberi fondasi kuat," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE