Trik Investasi Saat Ekonomi Bergejolak
A- A+

Beberapa tahun terakhir, kondisi ekonomi Indonesia memang sedang mengalami gejolak. Tentu, kondisi ini akan berpengaruh pada investasi yang kamu miliki. Namun, ada cara untuk membuat pikiranmu tetap tenang menghadapi kondisi ini.

Sesuai tujuan keuangan, investasi reksa dana, khususnya reksa dana saham cocok untuk jangka panjang di atas lima tahun. Bila saat ini anakmu masih balita misalnya, maka reksa dana saham cocok untuk persiapan biaya pendidikan kuliah mereka sekitar 15 tahun mendatang.

"Untuk investasi jangka panjang, harus didasari kepercayaan bahwa ekonomi akan baik dalam 15-20 tahun ke depan. Reksa dana akan menghasilkan kinerja baik didorong perekonomian baik," sebut CEO Trimegah Asset Management Antony Dirga seperti dilansir Kontan.

Itulah sebabnya, kata Antony, perencanaan jangka panjang harus terpisah dengan kebutuhan di jangka pendek maupun menengah. Kamu harus memastikan bahwa investasi untuk kepentingan jangka pendek dan panjang tak menganggu likuiditas kebutuhan jangka pendek dan menengah.

Demikian, kamu bisa tenang dan tak terpengaruh kondisi pasar yang bergejolak di jangka pendek. "Setiap koreksi harga akibat gejolak ekonomi jangka pendek adalah kesempatan untuk membeli reksa dana dengan harga yang lebih murah," tambahnya.

Antony justru menyarankan untuk disiplin, konsisten dan objektif dalam berinvestasi. Ketika harga terkoreksi, kamu bisa melakukan penambahan (topup) reksa dana ketimbang mengedepankan kekhawatiran atau menjual investasi reksa dana.

Bila kamu relatif tak memiliki waktu, kamu bisa memanfaatkan fitur autodebet (cicilan per bulan) atau rupiah averaging cost method. Melakui metode ini, secara otomatis, jumlah uang yang disisihkan tiap bulan akan lebih banyak jika harga reksa dana milikmu turun.

Metode ini akan memungkinkanmu membeli lebih ketika harga turun dan membeli lebih sedikit ketika harga naik. Bila kamu disiplin dan berpikir objektif, kamu akan menyikapi fluktuasi harga pasar secara objektif dan efektif.

Tujuan keuangan di jangka panjang juga semakin dekat menjadi nyata.