Ajari Robot Agar Lebih Pintar Layani Pelanggan

Ajari Robot Agar Lebih Pintar Layani Pelanggan

Era digital nampaknya mengawali banyak perubahan. Kini, banyak perusahaan mulai mengadopsi teknologi chatbot untuk melayani para pelanggan. Menariknya lagi, perusahaan bisa membuat robot ini menjadi lebih pintar sehingga mampu melayani pelanggan dengan lebih baik.

Untuk itu, Senior Vice President PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Martinus Robert Winata menggunakan teknologi NLP (Natural Language Program) agar chatbot miliknya mampu berbicara dengan bahasa sehari-hari orang Indonesia.

Seperti diketahui, BCA mengadopsi teknologi chatbot pada asisten virtual miliknya bernama Vira. Teknologi dengan basis kecerdasan buatan (artificial intelligent) ini memang luwes dan responsif dalam menanggapi kebutuhan pelanggan.

Meski demikian, Robert bilang, karena perbankan adalah salah satu sektor bisnis yang padat aturan (highly regulated), maka tiap langkah perusahaan harus sesuai aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator.

Oleh karenanya, inovasi lanjutan untuk Vira berupa cek mutasi yang sifatnya pribadi dan rahasia akan mendapat perlakuan berbeda. BCA pun mencari jalan tengah agar fitur yang dapat memberikan kemudahan pada nasabah itu bisa diterapkan.

"Nasabah BCA yang menggunakan Vira harus melakukan registrasi dulu sebelumnya. Ini untuk memastikan data-data nasabah memang benar. Ini juga perlu untuk menjaga keamanan nasabah," sebut Robert berbicara di Social Media Week 2017.

Sejak diluncurkan tahun lalu, Robert bilang, Vira mendapat respons positif dari nasabah BCA. Saat ini, sudah ada lebih dari 500 ribu nasabah yang menggunakannya. Ke depan, pengembangan dan keamanan akan menjadi salah satu prioritas bagi Vira.

“Selanjutnya kami akan mengembangkan fitur mutasi rekening untuk Vira dengan terus memperhatikan faktor-faktor keamanan dan prinsip know your costumers (KYC)," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE