Awali Inovasi dari Keinginan Pelanggan
A- A+

Inovasi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh sebuah perusahaan agar tetap memiliki daya saing. Tujuannya adalah agar perusahaan tetap bisa bertahan dalam kondisi persaingan pasar yang semakin ketat.

Sayangnya, ada tantangan tersendiri bagi perusahaan yang ingin melakukan inovasi, yakni ide. Untuk itu, Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand Wahyudi Hartono punya resep ampuh untuk itu.

“Kita awali dari kemauan nasabah (sebutan pelanggan di dunia perbankan) terlebih dahulu, kemudian pikirkan lalu kita buatkan sesuatu,” katanya dalam Prioritas Table BCA baru-baru ini. Armand memberikan contoh dengan skala mitra bisnis.

“Berangkat dari keinginan mitra untuk mempermudah proses pembayaran, akhirnya kami buka API (Application Programming Interface) agar proses interaksi antara aplikasi milik pihak ketiga bisa terhubung layanan perbankan BCA,” paparnya.

Chief Manager TI BCA Hermawan Tendean menambahkan, API BCA menyasar dan dapat digunakan oleh perusahaan rintisan (startup). “Sasaran utama API BCA adalah perusahaan rintisan, khususnya yang bergerak di bidang teknologi keuangan (fintech),” kata Hermawan.

Saat ini, nasabah bisa menggunakan API BCA untuk keperluan perbankan bisnis (informasi saldo, rekening, transfer dana), Sakuku (pembayaran dan status pembayaran) dan informasi umum (kurs, suku bunga deposito, dan lokator ATM terdekat).

Sebagai salah satu pengguna, platform tiket loket.com, mengaku bahwa adopi API BCA membuat proses bisnisnya menjadi lebih mudah. “Sistem API BCA sangat membantu kita. Apalagi pembayaran tiket kami terjadi secara daring (online). Proses transaksinya menjadi lebih lancar,” ungkap CFO Loket.com Emi Surya Dewi.

Oleh  karenanya, BCA terus berkomitmen untuk memberikan produk yang memang dibutuhkan nasabahnya. “Hal semacam ini (produk inovatif) akan terus kita kembangkan. Kita ingin membantu nasabah untuk mendapatkan pengalaman yang baik dengan BCA,” pungkas Armand.