Benarkah Migrasi ke Digital Bikin Banyak Profesi Menghilang?

digital
digital

Teknologi memang terus berkembang dan semakin canggih. Ada banyak pekerjaan manusia yang kini dapat digantikan oleh teknologi dan mesin. Wajar, hal ini akhirnya menimbulkan ketakutan bahwa beberapa pekerjaan akan menghilang karena digantikan mesin.

Hasil studi 'Unlocking the Economic Impact of Digital Transformation in Asia Pacific' dari Microsoft dan IDC Asia/Pacific menemukan bahwa transformasi digital akan mengubah 93% jenis pekerjaan dalam tiga tahun ke depan.

Menurut laporan Marketeers, President Director of Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, Indonesia juga akan mengalami transformasi lapangan pekerjaan. "Namun, 87% professional muda Indonesia juga sudah memiliki keterampilan untuk menghadapinya," kata dia.

Haris mengaku, hal yang pasti adalah, sejumlah profesi baru akan muncul dan menggantikan sejumlah profesi lama. "Di saat bersamaan, ada potensi kenaikan pendapatan pribadi melalui kerja lepas," katanya.

Haris mengatakan, para pemimpin pun harus bisa beradaptasi menghadapi situasi ini. setidaknya, katanya, para pemimpin ini mampu menciptakan budaya digital dengan membangun budaya kolaborasi. Sebab, ekonomi digital sudah melahirkan jenis pesaing baru yang menuntut perusahaan berkolaborasi di tengah era sharing economy.

"Perusahaan juga harus memiliki kemampuan mengubah data menjadi aset modal. Di dunia digital, perusahaan menangkap lebih banyak volume data secara internal maupun eksternal. Kuncinya, pemimpin harus bisa mengubah data menjadi aset modal serta berbagi dan berkolaborasi secara internal maupun eksternal," kata Haris.

Terakhir, kemampuan untuk merangkul revolusi mikro sekaligus mengembangkan future ready skills bagi tiap individu dan organisasi untuk memahami Artificial Intelligence, Big Data, sekaligus Cloud Computing untuk implementasi dalam digital leadership.

MORE FROM MY SITE