Butuh Keyakinan dalam Melakukan Inovasi Digital
A- A+

Orang bijak bilang, lakukan hal yang menjadi keyakinanmu. Tanpa keyakinan, sebaiknya tinggalkan apa yang akan kamu lakukan. Nampaknya, hal tersebut juga berlaku ketika kamu akan melakukan inovasi digital.

Semua pihak perlu melakukannya untuk bertahan dan mempertahankan daya saing. Karenanya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku, pihaknya juga mendorong pemanfaatan teknologi di bidang minyak dan gas (migas).

Ia mengaku, hal tersebut bukanlah perkara mudah. Apalagi, industri ekstraktif seperti batubara, sudah terkenal sangat konservatif.

"Kami terus mendorong implementasi teknologi informasi komputer (TIK) di ESDM. Kami punya informasi tentang titik-titik eksplorasi migas dan dashboard monitoring produk batubara," sebut Jonan di BCA Indonesia Knowledge Forum 2017.

Melalui sistem ini, masyarakat bisa mengakses produksi, harga dan proses eksplorasi batubara. Demikian, mereka bisa meminimalkan dampak negatif dari proses eksplorasi batubara terhadap lingkungan.

Dalam memanfaatkan teknologi, Jonan memang sudah punya sejarah panjang dalam melakukan inovasi. Dialah konseptor di balik transformasi bisnis PT Kereta Api Indonesia (persero). Di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mantan bankir itu juga menorehkan keberhasilan.

"Dulu, penumpang kereta rel listrik (KRL) Jakarta-Bogor itu bergelantungan di luar kereta dan tidak membayar tiket. Saya bilang, sistem tiket harus diubah menjadi  e-ticketting. Sekarang, semua KRL sudah menggunakan AC dan penumpang membayar tiket," tambahnya.

Melalui pemanfaatan teknologi, sebutnya, pendapatan KAI naik signifikan. Di 2009, pendapatan KAI yang mencapai Rp4,2 triliun naik menjadi mencapai Rp18 triliun di 2016. "Pendapatannya naik lima kali lipat dalam delapan tahun," kata dia.

Di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dia juga menerapkan digitalisasi. Jonan terus mengoptimalisasi penerapan National Single Window (NSW) di pelabuhan untuk mempermudah proses keluar masuk barang.

"Efeknya, waktu tunggu di pelabuhan (dwelling time) pun turun," pungkasnya.