Demi Terwujud Ekonomi Digital, Bank Siap Mendukung Startup
A- A+

Melihat semua indikator makro yang ada menunjukkan bahwa kondisi ekonomi nasional makin membaik dan stabil. Namun, pertumbuhan tersebut sebenarnya bisa lebih cepat bila ekonomi digital terwujud.

“Pertumbuhan ekonomi bisa lebih cepat bila ekonomi digial terwujud, selain adanya revolusi industri 4.0 dan reorientasi kebijakan,” ujar Ekonom Faisal Basri di acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) VI di The Ritz Carlton Pacific Place (3/10).

Menteri Informatika dan Komunikasi Rudiantara pun mengatakan bahwa, dalam hal ini, perusahaan rintisan (startup) yang berbaris teknologi tentu akan memberikan banyak kontribusinya.

“Saat ini, aktivitas ekonomi digital (perusahaan rintisan) sudah hampir mencapai US$30 miliar. Pada 2020, angka tersebut bisa mencapai US$130 miliar. Melihat fenomena ini, kami pun membuat semacam koridor yang mendukung ekonomi digital,” katanya.

Tentunya, untuk mewujudkan ekonomi digital, butuh kerja sama dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pemain di sektor perbankan. Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Cyrillus Harinowo mengatakan bahwa BCA siap memberi dukungan.

“Maraknya perusahaan rintisan (startup) membuat kami ingin memberikan dukungan dan nilai tambah. Salah satu yang kami tempuh adalah memberikan dukungan melalui pengembangan sumber daya manusia dengan menghadirkan pembicara yang mumpuni di sisi pengetahuan dan pengalaman,” katanya ketika membuka IKF.

Harinowo yakin, IKF 2017 bisa menjadi wadah inspirasi bisnis digital untuk tahun ini. Terlebih lagi, lanjutnya, BCA sudah menyiapkan 24 pembicara yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negeri untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital.

“Melalui acara ini, kami ingin memfasilitasi pertukaran ide, inovasi dan kreativitas dalam memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini untuk menjadi seorang pengusaha,” pungkasnya.