Gelar Sarjana Bukan Lagi Syarat Wajib Bekerja Perusahaan Ini

Gelar Sarjana Bukan Lagi Syarat Wajib Bekerja Perusahaan Ini

Tiap tahun, karena banyaknya lulusan sarjana, pasar tenaga kerja Indonesia menjadi semakin ketat. Ironisnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap bahwa jumlah pengangguran terbesar justru berasal dari lulusan sarjana itu sendiri.

Hal ini terjadi karena daya serap tenaga kerja (SDM) di Indonesia tidak sebanyak pasokan tenaga kerja. Di saat bersamaan, banyak perusahaan yang kini lebih mencari tenaga kerja dengan kemampuan spesifik, bukan gelar.

Seperti perusahaan teknologi IBM. CEO IBM Ginni Rometty menyebutkan, pekerjaan umum di perusahaannya terkait teknologi. Untuk melengkapi kebutuhan tersebut, IBM harus merekrut setidaknya 6.000 programmer hingga tahun ini.

IBM mengaku, SDM tersebut tak harus dari jurusan komputer atau bergelar sarjana. "Sebanyak 15% pekerja yang kami rekrut justru tak memiliki gelar sarjana," kata Vice President IBM Joanna Daly dilansir CNBC.

Joanna mengaku, pihaknya lebih senang dengan SDM yang punya inisiatif, kemampuan yang relevan serta sertifikat dari berbagai pelatihan, selain gelar sarjana biasa. Hal ini sesuai dengan hasil survei Information System Audit dan Control Association.

Dalam hasil survei itu terungkap bahwa 55% pekerja di sektor keamanan teknologi memang direkrut berdasarkan keterampilan, bukan latar belakang pendidikan. Perusahaan lebih suka pada SDM dengan kemampuan yang relevan dan selalu memperbarui kemampuannya.

Sebagai informasi, tahun lalu IBM menerima lebih dari 25 ribu pekerja di Amerika Serikat (AS) dan menginvestasikan US$1 juta untuk program pelatihan dan pengembangan karyawan serta bekerja sama beberapa perguruan tinggi untuk menciptakan SDM berkualitas.

 

MORE FROM MY SITE