Genjot Produktivitas dengan Memberlakukan Sistem Kerja Jarak Jauh
A- A+

Di era ketika generasi muda (milenial) membanjiri pasar tenaga kerja seperti saat ini, tentu perusahaan harus menyesuaikan dengan karakteristik mereka. Banyak milenial senang bekerja di luar kantor dan hal tersebut memang meningkatkan produktivitas mereka.

London Business Schools Global Leadership Summit pun menyebutkan bahwa kerja dari jarak jauh (remote working) seperti bekerja dari rumah, adalah masa depan bisnis. Hasil survei pada 600 pengusaha dan akademisi memastikannya.

Sebanyak 34% responden mengaku bahwa pada 2020 mendatang, lebih dari 50% pekerjaan akan dikerjakan dengan sistem remote working. Sebanyak 25% juga menyebutkan 75% pekerja tak akan bekerja dengan sistem tradisional lagi.

Lalu, apakah bisnismu sudah siap menerapkan sistem tersebut? Seperti dikutip Entrepeneur, gunakan hal berikut sebagai pertimbangan.

Pesaing Bisnis Sudah Menerapkannya
Sistem kerja jarak jauh seolah sudah menjadi keharusan saat ini. Orang-orang kreatif akan lebih nyaman bekerja dari mana saja, sebab sebagian besar pekerjaan mereka mengandalkan internet. Bila pesaing sudah melakukan ini, maka pertimbangkanlah.

Karyawan Lebih Tertarik Bekerja dari Luar Kantor
Bila harus memilih, karyawan akan lebih senang dan bahagia dengan sistem kerja ini. Mereka akan lebih fleksibel, bahagia dan menemukan keseimbangan hidup. Bila itu yang terjadi, mengapa masih ragu?

Banyak Tugas Kantor Bisa Diselesaikan dari Rumah
Apa yang akan terjadi bila karyawan yang akan presentasi tiba-tiba tidak bisa ke kantor akibat terjebak macet atau masalah lain? Hal itu jelas akan menurunkan produktivitas. Padahal, kamu bisa memanfaatkan Skype atau fasilitas daring lain.

Sudah mulai tertarik melakukan perubahan? Berikut langkah transformasinya.

Mulai dari Beberapa Karyawan
Karena baru memulai, jangan terapkan pada semua divisi. Mulai dari divisi yang bekerja menggunakan teknologi. CEO Indosat Alexander Rusli misalnya, ia memberi aturan bahwa karyawan bisa melakukan kerja dari luar kantor setidaknya satu kali dalam dua minggu.

Demikian, katanya, akan lebih mudah untuk memberi evaluasi dan penilaian kinerja.

Mengangkat Beberapa Pekerja dengan Sistem Kerja Ini
Bila mengadopsi sistem ini terlalu berat dilakukan karyawan saat ini, kamu bisa memulainya dengan karyawan paruh waktu. Pekerjakan karyawan paruh waktu untuk beberapa pekerjaan dan mereka tak perlu pergi ke kantor setiap hari.

Mulai dengan Sistem Kerja yang Mengandalkan Telekomunikasi
Kamu bisa mewajibkan karyawan pergi ke kantor selama tiga kali seminggu. Selain itu, kamu bisa berkomunikasi dengan mereka melalui surat elektronik, aplikasi pesan singkat atau panggilan video.