Inovasi Pemerintah Sediakan Ponsel Pintar Murah
A- A+

Pesatnya penetrasi internet membuat kebutuhan ponsel pintar semakin tinggi. Sayangnya, harga ponsel pintar tak bisa dibilang murah. Di sisi lain, ponsel pintar memiliki segudang fungsi penting yang dapat membantu kehidupan manusia.

Misalnya, untuk mengakses layanan perbankan internet. Perbankan internet sendiri juga bermanfaat bagi bank sehingga bank tak perlu lagi membuka cabang baru di pelosok desa.

Mahalnya harga ponsel pintar salah satunya akibat minimnya komponen lokal yang terdapat dalam ponsel pintar itu sendiri. Menyikapi masalah ini, pemerintah pun mengambil langkah inovatif untuk menyediakan ponsel pintar terjangkau.

Di Indonesia Banking Expo 2017 belum lama ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkap, impor 50 juta ponsel pintar ternyata membebani neraca pembayaran Indonesia sehingga defisit hingga US$ 5 miliar.

Pemerintah kini menerapkan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 30% dan mulai mengembangkan jaringan (network).

"Bila minimal ada 30% kandungan di dalam negeri, setidaknya defisit bisa ditekan sampai US$1,5 miliar. Di 2019, targetnya harga ponsel 4G sekitar Rp400 ribu," kata Rudiantara.

Selain mengatur TKDN, Kominfo juga terus menambah infrastruktur, baik dari sisi jaringan (network), device (peralatan) dan aplikasi. Terkait jaringan, Rudiantara mengakui bahwa jangkauan jaringan 2G baru 70% di Indonesia, sedangkan 4G masih 20%.

"Kita punya program Palapa Ring untuk membangun infrastruktur komunikasi di seluruh Indonesia. Targetnya di 2019 seluruh Kotamadya di Indonesia sudah ada jaringan 4G," tambahnya.

Di jangka panjang, kata Rudiantara, pemerintah juga berencana menambah satelit baru. Pengadaan satelit baru, katanya, akan mulai direalisasikan pada 2021 mendatang dengan menambah dua atau tiga satelit.

"Karena kita harus menghubungkan semua sistem pemerintah. Instansi pemerintah seperti SD-SMA, Polsek, Puskesmas dan lainnya itu setidaknya harus terhubung di 2025," pungkasnya.