Kapan Saat yang Tepat Untuk Mengadopsi Chatbot untuk Bisnis?

chatbot
chatbot

Teknologi chatbot memang mampu memberi efisiensi dari sisi penanganan jumlah pelanggan di layanan pelanggan (customer service/CS) serta menghemat biaya CS hingga 80%. Pertanyaan selanjutnya, kapan saat yang tepat untuk mengadopsi chatbot?

Menurut Manajer Pengembangan Bisnis Sprint Asia Iman Hanggautomo, cara paling mudah melakukan identifikasi apakah sudah waktunya mengadopsi chatbot atau belum adalah dari jumlah pelanggan perusahaan itu sendiri.

"Bila pelanggan semakin banyak, biaya CS semakin tinggi, dan perusahaan merasa sudah saatnya untuk lebih engage dengan pelanggan, maka inilah saatnya (mengadopsi chatbot)," ujar Iman kepada Smart-Money.

Untuk implementasi chatbot sendiri tidak semahal biaya CS dengan SDM manusia. "Besar investasi yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan sangat bervariasi dan kembali pada bisnis itu sendiri," kata Iman.

CEO Sprint Asia Setyo Harsoyo menambahkan, masa pengerjaannya pun terbilang singkat. "Untuk chatbot (dengan layanan tidak rumit) paling butuh waktu dua minggu untuk pengerjaannya. Untuk yang rumit, bisa sampai tiga bulan," ungkapnya.

Sebagai gambaran, implementasi chatbot memang sangat bervariasi tergantung kompleksitas chatbot itu sendiri.

"(Adopsi chatbot) sangat terjangkau, tidak sampai ratusan juta rupiah. Tapi ini kembali pada kompleksitas layanan yang diinginkan dan pada bisnis perusahaan. Sebagai gambaran, biaya per session (dari mulai berinteraksi hingga pelanggan mendapat informasi yang ia inginkan) dengan satu pelanggan adalah Rp1.500," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE