Kesempatan Wanita Dirikan Bisnis Makin Besar di Masa Depan

Kesempatan Wanita Dirikan Bisnis Makin Besar di Masa Depan
Kesempatan Wanita Dirikan Bisnis Makin Besar di Masa Depan

Dunia bisnis memang identik dengan pria. Secara statistik pun, peran wanita di dunia bisnis masih rendah. Di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS), hanya 11% posisi di jajaran eksekutif diisi oleh para wanita.

Namun, selebriti bisnis dan mantan direktur pemasaran C-Suite Jeffrey Hayzlett menyebutkan, wanita adalah masa depan dunia usaha. Menurut Jeffrey di Entrepeneur, dunia tak lagi bisa menilai sebelah mata wanita.

"Meski bukan pakar bisnis, secara alami saya melihat bahwa kesempatan wanita sudah ada di depan mata," katanya. Jeffrey pun memberi hal-hal yang perlu kamu siapkan untuk menjadi pengusaha.

Merancang Target

CEO Oath (perusahaan hasil merger Yahoo dan AOL) Tim Armstrong mengaku akan meningkatkan porsi pekerja wanita di perusahaannya hingga 50% pada 2020. Saat ini, porsi pekerja wanita di Oath baru mencapai 30%.

Tim mengaku, setelah berbincang dengan ikon feminis Gloria Steinem, ia mendapati bahwa wanita lebih berani mengambil risiko bisnis untuk ekosistemnya. Demikian, perusahaan bisa tampil lebih baik.

McKinsey pun pernah menulis bahwa rata-rata kinerja wanita 15% lebih baik dibanding laki-laki. Karena itu, wanita perlu mempersiapkan diri dan merancang target lebih besar untuk kariernya karena ada banyak peluang.

"Saya tahu kapasitas pekerja wanita dan membiarkan mereka ambil kebijakan. Kalau salah, setidaknya mereka bisa belajar dari pengalaman," katanya.

Mengubah Ketidaksetaraan Menjadi Modal

Hasil studi Harvard Business School menemukan, peluang pria mendapat pendanaan bisnis dua kali lebih besar dibanding wanita. Laporan Fundera pun menyebutkan hal serupa, pengusaha wanita mendapat pendanaan 2,5 kali lebih kecil dibanding pria.

Meski demikian, perusahaan modal ventura seperti Watermark, SheWorx, Merge Lanes dan BBG Venture justru memberi akses modal pada wanita karena yakin bisnis yang dipimpin wanita biasanya tumbuh lebih cepat meski jumlahnya masih sedikit.

Jangan Ragu Menjadi Pusat Perhatian

Dalam sebuah diskusi panel, Tim menyadari tidak ada pembicara wanita di dalamnya. Padahal, banyak pembicara tak punya kapasitas. Sebabnya ternyata karena pengusaha wanita enggan tampil dan tak yakin mampu mengutarakan pendapat di depan umum. Padahal, hal ini penting bagi bisnisnya.

"Masalah ini menjadi sistemik bila tak ada seorangpun berusaha mengubahnya. Bila wanita mau mengambil langkah awal, akan ada banyak kemajuan tercipta," pesannya.

MORE FROM MY SITE