Lihat Cara Pusat Perbelanjaan Ini Hadapi Gempuran E-Dagang

Lihat Cara Pusat Perbelanjaan Ini Hadapi Gempuran E-Dagang

Bila dulu orang senang berbelanja ke pasar atau pusat perbelanjaan, kini mereka lebih senang belanja secara daring (online) karena fleksibilitas yang ditawarkan. Bila tidak disikapi dengan cerdas, tren ini tentu bisa menjadi ancaman.

Apalagi, penetrasi laman e-dagang (e-commerce) sudah mulai menjadi rujukan untuk belanja. Pemilik toko fisik atau pusat perbelanjaan tentu melihat ini sebagai ancaman. Sejauh ini, porsi penjualan e-dagang memang masih di bawah 10%, namun angka tersebut terus naik.

Cepat atau lambat, bila tak melakukan inovasi, mereka bisa kalah saing. Terbukti, mengutip Bisnis Indonesia, selama semester satu 2017 ini, beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta mengalami penurunan pertumbuhan penjualan.

Seperti Metro Pasar Baru (-59%), Taman Palem Mall (-49%), Glodok Plaza (-34%), Mangga Dua Mall (-23%), Mangga Dua Center (-23%) dan ITC Cempaka Mas (-19%). Meski demikian, beberapa mal dengan konsep lebih modern berhasil tumbuh positif di semester satu 2017.

Sebut saja Gandaria City (20%), Kasablanka Mall (18%), Central Park (14%), Summarecon Mall Serpong (14%), Metropolitan Mall (13%), Plaza Indonesia (12%) dan Grand Indonesia (9%).

"Perlu strategi penyesuaian mengikuti perkembangan cara belanja konsumen. Pengelola harus mempersiapkan diri ke daring," sebut Vice President Coldwell Banker Indonesia Dani Indra Bhatara.

Inovasi pengelola pusat perbelanjaan ini untuk menghadapi penurunan penjualan dan mempertahankan tingkat isian penyewa (tenant). Direktur PT Ciputra Development Tbk Harun Hajadi menyebutkan, pihaknya menghadapinya dengan selektif mencari penyewa.

"Strategi kami mencari tenant yang jualannya harus melalui pengalaman seperti makanan, minuman atau hiburan yang harus ada elemen touch and feel," sebut Harun yang mengelola Lotte Avenue di Kuningan, Jakarta Selatan ini.

Direktur Alam Sutera Tbk Realty Joseph Sanusi Tjong menyebutkan, pihaknya akan mengubah konsep dan desain pusat perbelanjaan untuk meningkatkan penyewa baru seiring banyaknya kontrak sewa yang berakhir tahun ini.

"Agar lebih banyak peritel yang masuk," tambah Joseph yang mengelola Mall Alam Sutera di Serpong ini. Sedangkan PT Metropolitan Land Tbk menempuh strategi promosi yang lebih agresif untuk menggaet pengunjung.

MORE FROM MY SITE