Manfaatkan Analisis Big Data untuk Tingkatkan Bisnis
A- A+

Pernah mendengar big data (BD)? Di dunia bisnis, banyak pemasar meyakini bahwa BD mampu membantu mereka merumuskan strategi yang tepat dan efektif untuk menembus pasar.

Managing Partner Alpha JWC Ventures Will Ongkowidjaja menyebut, internet tak hanya berguna bagi industri e-daring, juga marketplace. Will yang bekerja di perusahaan perusahaan modal ventura itu bilang, hampir semua sektor industri mulai memanfaatkan internet untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) dan analisis BD (big data analytic) menjadi beberapa yang perlu diperhatikan. Sebab, keduanya mampu mempermudah proses bisnis dan mendongkrak penjualan.

Will bilang, BD mampu membantu industri di Tanah Air bisa meningkatkan efektivitas dalam membaca, mengumpulkan dan mengintepretasikan data dari sensor pintar hingga Internet of Things (IoT).

Will mencontohkan, waktu persiapan peralatan berat di industri pertambangan bisa banyak berkurang dengan menggunakan BD. Demikian, biaya operasional akan semakin efisien.

Di Indonesia, salah satu perusahaan rintisan yang berkecimpung melakukan analisis BD sejak 2010 adalah Dattabot. Pada April lalu, CEO General Electric Jeffrey Immelt datang ke Indonesia untuk menandatangani kerja sama perusahaan rintisan itu.

Melalui kerja sama ini, Dattabot akan menggunakan BD dan kecerdasan buatan untuk melakukan analisis. "Dattabot sudah bekerjasama perusahaan rintisan Planet asal San Fransisco yang fokus dalam merekam gambar satelit," sebut Will seperti dikutip Forbes Indonesia.

Langkah tersebut akan membuat operasinal di sektor agrikultur bisa lebih efisien dengan IoT. Melalui gambar satelit daring (online) maupun luring (offfline) tersebut, lanjutnya, petani bisa mendapat informasi akurat terkait potensi tanah dan pengelolaan sawah.

Petani juga bisa mendapat informasi yang cukup mengenai hama dan penyakit tanaman. Demikian, Will berharapm serapan tenaga kerja dan porsi pertanian mampu pembentuk GDP semakin naik.

"Bukan hanya Silicon Valley yang bisa menggunakan inovasi berbasis teknologi tetapi juga industri di Indonesia. Dua sektor ini beberapa contoh," pungkasnya.