Melakukan Inovasi pun Harus Cerdas Melihat Kondisi Pasar

Melakukan Inovasi pun Harus Cerdas Melihat Kondisi Pasar

Inovasi memang mampu memberikan banyak manfaat bagi sebuah perusahaan, asal dilakukan dengan cerdik dan penuh perhitungan. Hal ini guna memberikan nilai tambah dari layanan yang sudah ada dan memberikan manfaat bagi pelanggan.

Tentunya, dengan tujuan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan. Di Indonesia, salah satu perusahaan yang terbilang inovatif adalah Gojek. Berawal dari layanan untuk menghubungkan sopir ojek dengan pelanggan secara daring (online), kini perusahaan itu berevolusi menjadi perusahaan on demand.

Tak berhenti di situ saja, pendiri Gojek Nadiem Makarim akhirnya memutuskan untuk masuk ke bisnis uang elektronik melalui Go-Pay. Uang elektronik itu sebelumnya hanya bisa dipakai untuk membayar layanan GoJek.

Kini, dalam tiga atau enam bulan ke depan, Go-Pay bisa dipakai untuk transaksi di platform dagang elektronik. Baik untuk bayar makan di restoran rekananGojek, hingga pembelian di Android PlayStore atau Apple AppStore.

"Harapannya, siapa tahu dalam enam bulan selanjutnya, Go-Pay juga dapat ditemukan di infrastruktur jalan tol dan parkir," sebut Nadiem seperti dilaporkan Bisnis Indonesia. Setelah setahun meluncur, Nadiem mengaku perkembangan Go-Pay sangat cepat.

Sebanyak 50% transaksi di Gojek sudah menggunakan Go-Pay. Pengguna aktifnya mencapai 16-18 juta per bulan dan melakukan transaksi tiga sampai empat kali lebih banyak dibanding transaksi tunai.

Selain terus menambah fitur Go-Pay, Gojek juga aktif melakukan ekspansi solusi pembayaran. Gojek mengakuisisi perusahaan penyelenggaraan acara dan distribusi tiket LOKET.

Salah satu hal yang membuatnya tertarik menggeluti teknologi finansial (fintech) di Indonesia adalah besarnya populasi masyarakat yang belum tersentuh perbankan (unbanked) yang mencapai 150 juta orang.

Bagaimana menurutmu?

MORE FROM MY SITE