Memilih Klien pun Perlu Agar Bisnis Tidak Hancur

Memilih Klien pun Perlu Agar Bisnis Tidak Hancur

Sebagai pemilik bisnis, salah satu upaya besar yang akan kamu lakukan adalah memuaskan pelanggan dan klien. Sebab, dengan klien yang loyal, tentu bisnis bisa berjalan lancar.

Sayangnya, mencari klien yang ideal tidaklah mudah. Sebab, mendapat klien yang tidak tepat bisa menjadi beban untuk bisnis yang kamu geluti. Untuk itu, kamu bisa mulai dengan mengenali jenis klien yang bisa membahayakan bisnismu.

Menerima Proyek diluar Keahlian Perusahaan

Selama bisnis, kamu tentu pernah mendapat permintaan di luar keahlian perusahaanmu dari klien. Ini memang menjadi tantangan tersendiri, namun punya potensi menambah masalah.

Masuk ke bidang yang tidak kamu pahami bisa merugikan orang lain dan menjadi langkah bunuh diri. Ibaratnya, kamu bukan dokter namun berani membuat diagnosa dan resep obat pada seseorang.

Dalam bisnis, langkah terbaik adalah memberi pelayanan terbaik sesuai bidang yang sudah pasti kamu tahu dan tekuni. Bila masuk dalam hal yang tidak kamu kuasai, otomatis kamu membahayakan reputasi diri.

Mengubah Bisnis Demi Mendapat Proyek

Ketika memulai bisnis, mungkin kamu akan melakukan apa saja sehingga lupa pada nilai awal mendirikan perusahaan. Hal yang ada di kepala hanya cara mendapat uang. Karenanya, kamu menjadi tak keberatan mengubah konsentrasi bisnis selama itu mendatangkan uang.

"Lakukan percakapan dengan klien potensial untuk merancang penawaran. Untuk jangka panjang dan klien prospektif, lebih baik langsung tanyakan kebutuhan mereka," kata pakar Costumer Relationship Management Alex Haimann seperti dilansir Entrepreneur.

Namun, bila kamu merasa harus mengubah banyak aspek bisnis, sebaiknya berikan rekomendasi lain yang memang menjadi keahlianmu. Dalam jangka pendek, hal ini mungkin menurunkan laba.

Namun, di jangka pandang, hal ini bisa menguntungkan. Bila memang tak mungkin melakukannya, katakan dengan jelas bahwa kamu tak memiliki keahlian di bidang itu.

Klien Sering Berbicara Kegagalan

Ketika kamu serius menjalani bisnis, kamu akan memiliki gambaran cara menjalankan bisnis. Kamu juga akan memiliki kualifikasi tentang pelayanan apa yang bisa diberikan untuk klien.

Namun, ketika klien tidak percaya, mereka bisa mulai bicara tentang kegagalan. Mereka menyimpan banyak kekhawatiran yang intinya meragukanmu. Untuk klien semacam ini, pikir dua kali bila untuk menerimanya.

Tak Siap Berkomitmen

Memang benar, butuh waktu untuk membangun kepercayaan klien. Namun, dalam menentukan keputusan, mereka juga tak perlu berpikir terlalu lama. Bila kamu merasa klien menunda jawaban, lebih baik segera cari klien yang lebih potensial.

Bila memang tidak tertarik, mereka pasti menunjukkan beberapa tanda. Kamu harus jeli dalam melihat tanda-tanda itu.

Kamu Mendapat Firasat Buruk

Intuisi juga merupakan satu hal yang tak boleh kamu anggap sepele. Intuisi memang belum tentu benar, namun sering kali menyiratkan tanda.

Setiap interaksi, gerak dan bahasa tubuh yang tercipta ketika kamu berhubungan dengan klien dapat memperkuat intuisi apakah mereka klien terbaik atau bukan.

MORE FROM MY SITE