Menyelesaikan Lebih Banyak Pekerjaan tanpa Menambah Karyawan
A- A+

Ketika bisnis bertambah besar dan kompleks, menambah karyawan sering dianggap menjadi solusi. Padahal, menambah karyawan belum tentu meningkatkan produktivitas dan return of investment (ROI).

Bila skala bisnis masih kecil, produktivitas karyawan terkait dua hal. Pertama, jumlah pekerjaan dengan banyaknya pekerja. Bila satu pekerja mengerjakan terlalu banyak pekerjaan, produktivitas orang tersebut bisa turun.

Kedua, soal pendanaan. Bila dana masih terbatas, tentu kamu tak bisa dengan mudah menambah karyawan. Bila itu tidak mungkin, kamu bisa mempertimbangkan menambah peralatan.

Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan pekerjaan tanpa menambah karyawan? Ini kiat seperti dilansir Entrepeneur.

Minimalkan Komunikasi
Komunikasi menjadi salah satu hal terpenting sekaligus menghabiskan belanja operasional perusahaan. Sering kali, kamu harus meluangkan waktu seharian untuk membaca dan membalas surat elektronik, mengetik pesan, atau rapat.

Hal ini membuat jam panjang berlalu dengan tidak produktif. Padahal, rapat tak selalu penting. Bila telepon berbunyi, sering kali perhatian juga teralihkan. Bila sudah begitu, coba minimalisir komunikasi dan fokus melakukan satu hal.

Buat Pembagian Kerja yang Spesifik
Dalam usaha skala kecil atau menengah, karyawan memang masih sedikit. Karena itu, kamu juga kerap turun tangan mengerjakan pekerjaan secara umum. Hal ini sebenarnya bisa menjadi kelemahan. Buat sistem kerja yang spesifik berdasarkan kelemahan dan kelebihan karyawan.

Gunakan Blok dan Subkategori
Orang-orang akan bekerja dengan lebih baik ketika melakukan pencarian dalam skala yang lebih kecil. Karena itu, kelompokkan pekerjaan ke dalam kategori yang lebih kecil dan sederhana agar mudah.

Istirahat
Bila banyak pekerjaan datang dan waktu yang tersedia sedikit, maka lembur kerap menjadi pilihan. Ini adalah hal salah. Panjang jam kerja akan membuatmu lelah dan kurang fokus dan bisa memicu depresi.

Sebaiknya, istirahatlah sebentar untuk menyeimbangkan hidup.

Tak Menambah Proyek Baru
Pengusaha selalu identik dengan ide baru. Setelah mendapat ide, dia selalu ingin merealisasikannya. Padahal, dia tidak memiliki sumber daya untuk melakukannya. Bila kamu sering melakukannya, fokusmu akan terpecah.

Kadang, kamu juga kurang bisa merencanakan besar biaya yang dikeluarkan dengan hasilnya.

Cari Bantuan Berbiaya Murah
Waktu sangat berharga. Bila menambah karyawan terasa mahal, cari solusi alternatif. Ada beberapa strategi, misalnya menggunakan tenaga outsourcing, tenaga paruh waktu atau mengurangi pekerjaan.