Penyebab Bisnis Mudah Kehilangan Pelanggan dan Gagal

Penyebab Bisnis Mudah Kehilangan Pelanggan dan Gagal

Hasil studi Harvard Business School mengungkap fakta mengejutkan bagi penggiat bisnis rintisan. Sebanyak 75% bisnis rintisan yang sudah disuntik investor akan gagal. Selain itu, diketahui pula bahwa dalam 10 tahun setelah berdiri, akan banyak usaha rintisan gulung tikar.

Ada banyak penyebab kegagalan ini. Kebanyakan karena mereka tak cukup atraktif menggaet pelanggan baru. Beberapa penyebab ini dapat menjadi perhatianmu agar hal yang sama tidak terjadi pada usaha rintisanmu seperti ditulis Entrepeneur.

Kehilangan Pangsa Pasar Potensial

Hal ini bisa menjadi penyebab terbesar kegagalan usaha rintisan. Memiliki tim pemasaran terbaik sekalipun tak memberikan jaminan sukses. Bila kamu gagal menemukan target pasar, usaha pun bisa gagal.

Pengusaha Eric Ries menyebutkan, salah satu langkah sederhana menyusun target pasar adalah menggunakan metode minimum viable product (MVP). Kamu bisa mendengarkan apa kemauan pelanggan dan kemudian menyusun strategi terbaik bersama tim mewujudkannya.

Tak Menemukan Saluran Bisnis yang Tepat

Saluran bisnis yang tepat penting bagi bisnis. Saluran bisnis ini meliputi pemasaran atau promosi. Hal ini sangat tergantung model bisnis karena tak semua model pas untuk bisnis tertentu.

Tak Memiliki Tenaga Penjual Andal

Pastikan kamu memiliki tim penjualan terbaik yang cerdas, memiliki talenta dan memiliki perhitungan baik. Bila tenaga penjual tak tahu persis target pasar, kamu akan mengalami kesulitan mencari pelanggan baru.

Bingung Menentukan Pelanggan Potensial

Setiap orang di dalam perusahaan harus mengerti siapa pelanggan potensial. Hal ini secara fisik akan memberi gambaran jelas mengenai demografi dan psikologi pelanggan.

Menerapkan Strategi Harga yang Salah

Jangan pernah salah langkah menerapkan harga produk atau jasa karena tergoda mendapat keuntungan lebih. Hal terpenting adalah cara agar bisnis bisa berjalan.

Tak Melakukan Edukasi Pasar

Apakah kamu telah melakukan sosialisasi pada pasar mengenai produkmu? Jangan lupa lakukan kampanye program untuk memastikan pelanggan tahu produk dan layananmu, serta posisimu dalam pasar.

Tak Memberi Layanan Aduan yang Baik

American Express Study menyebutkan bahwa rata-rata pelanggan di AS kecewa dengan layanan pelanggan perusahaan. Bila kamu tak menaruh perhatian lebih pada hal ini, pelanggan akan memandang negatif bisnismu.

Disruptif

Era ekonomi saat ini adalah disruptif ekonomi. Misalnya transportasi daring yang menjadi pesaing terbesar transportasi konvensional. Sekilas tak terlihat namun bisa mematikan skala usaha.

Cara terbaik mengatasinya adalah terus waspada dan melihat arah perubahan. Selalu buka diri pada hal-hal baru agar kamu cukup adaptif dengan perubahan.

MORE FROM MY SITE