Robot Sudah Mulai Menggantikan Peran Manusia Sebagai Karyawan

Robot Sudah Mulai Menggantikan Peran Manusia Sebagai Karyawan

Persaingan mendapat pekerjaan ke depannya tak lagi terjadi antarmanusia, melainkan antara manusia dengan robot. Bila kamu lengah dan tak menambah pengetahuan serta keterampilan, bisa jadi pekerjaanmu digantikan robot.

Penelitian terbaru Universitas Oxford menyebutkan, 47% pekerjaan dapat digantikan robot. Kecerdasan buatan (artificial intelligent/AI) akan menggantikan banyak pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan manusia.

National Governor Association Elon Musk menyebutkan, disrupsi ini tak hanya terjadi pada model dan operasionl bisnis, juga tenaga kerja. Mesin, katanya, dapat menggantikan peran manusia dengan lebih baik.

Mesin tak akan mengalami masa naik turun, perubahan suasana hati dan motivasi kerja layaknya manusia. Perusahaan, juga tak perlu membayar biaya kesehatan, cuti, perjalanan dinas, dan sebagainya.

Beberapa posisi pekerjaan yang bisa digantikan robot antara lain layanan aduan pelanggan (customer service) dan teller perbankan. Beberapa pekerjaan terkait di bidang pertambangan seperti pemeliharaan unit (maintenance) dan distribusi (logistik) dan pergudangan juga dapat digantikan mesin.

CEO Deutsche Bank John Cryan sudah mulai menerapkan hal ini. Sebagai lembaga perbankan yang menjadi generasi pertama dalam mengadopsi teknologi ini, mereka mengumumkan akan melakukan PHK massal lebih cepat.

"Kita memiliki 97 ribu karyawan. Sebagian besar bekerja dengan sangat manual dan dapat membuat banyak kesalahan yang membuatnya menjadi tidak efisien. Padahal, saat ini ada machine learning yang bisa melakukannya secara mekanis," katanya seperti dilansir CNBC.

Dia tidak berspekulasi. Desember 2015, Deutsche Bank mengumumkan pihaknya berencana melakukan PHK pada 9 ribu karyawan dalam lima tahun ke depan. Saat ini, sudah ada setidaknya 4 ribu karyawan di PHK.

Teknologi, akan membuat mereka terus melakukan PHK. September lalu, kepada Financial Times, Cryan menyebut bahwa pihaknya dapat mengubah karyawan menjadi mesin dengan sangat mudah.

"Kami hanya berinvestasi lebih banyak pada sistem abacus sederhana," paparnya. Ke depan, dia juga percaya bahwa semua industri akan dapat mengganti sebagian besar pekerjanya dengan mesin atau robot.

Deutsche Bank menyebut bahwa pihaknya saat ini tak banyak orang untuk menyelesaikan banyak pekerjaan. Konsumer banking, katanya, sekarang berubah menjadi online sehingga tidak butuh cabang perbankan secara fisik. Semua proses, bisa dilakukan melalui daring.

"Bila saya pergi ke kantor cabang, saya akan menghabiskan setengah hari. Mereka (perbankan) juga harus menyiapkan banyak hal sebelum menemui nasabah. Tidak ada nasabah yang datang ke perbankan seperti dulu lagi," sebutnya.

Pendiri Microsoft Bill Gates dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyebut bahwa dunia industri tidak perlu takut pada masifnya penggunaan AI. Bagaimanapun juga, tak semua hal bisa dilakukan robot. Masih banyak tersisa peluang untuk karier manusia.

MORE FROM MY SITE