Seperti Tiongkok, Bayar Belanja di RI Nantinya Cukup dengan Memindai Struk
A- A+

Perkembangan teknologi memang memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat. Bila dulu membawa dompet adalah hal wajib, kini hal tersebut mulai mengalami perubahan. Sebab, semua transaksi bisa kamu selesaikan secara daring (online) layaknya di Tiongkok.

Buktinya, selama satu dekade terakhir, interaksi nasabah dengan produk-produk perbankan mengalami perubahan drastis. Saat ini, hanya 3% transaksi perbankan dilakukan di kantor cabang, sisanya melalui kanal elektronik seperti ATM, internet banking maupun mobile banking.

Peran Electronic Data Capture (EDC) yang 10 tahun lalu bisa mempermudah transaksi pembayaran, kini teknologi untuk membantu transaksi sudah masuk ke teknologi baru, yakni melalui sistem Quick Response (QR).

"Kita sedang berinovasi untuk menggantikan mesin EDC dengan sistem Quick Response (QR). Ke depan, nasabah tak perlu lagi menggunakan kartu karena cip (chip) sudah ditanam di ponsel pintar. Bila ingin melakukan pembayaran, tinggal pindai (scan) QR," sebut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja ditemui di BCA Indonesia Knowledge Forum 2017.

Sistem pembayaran menggunakan QR ini, kata Jahja, dinilai lebih aman dan praktis. Keamanan bertransaksi menggunakan EDC sendiri sempat disangsikan karena beberapa oknum merchant melakukan double swipe di kartu debit maupun kredit.



Di sinilah, pembayaran QR memiliki kelebihan. "Kita usahakan tahun depan sudah bisa dilakukan," kata dia. Bagi Jahja, keberadaan teknologi untuk memudahkan kehidupan manusia.

Semua orang yang berubah dan mengikuti perkembangan teknologi, lanjutnya, akan terbawa ke dalam arus positif. Sedangkan yang tidak, mereka adalah pihak-pihak yang tertinggal.

"Sebagai manusia yang berpikir, kita harus bisa menggabungkan inovasi, kreativitas, dan membangun hubungan baik jaringan (networking) dengan manusia lain. Itu yang membedakan manusia dengan mesin," tutupnya.