Setelah Lakukan Inovasi, Lalu Apa?
A- A+

Inovasi memang penting untuk menjaga daya saing sebuah perusahaan. Namun, pekerjaan rumah sebuah perusahaan tak hanya soal inovasi saja atau mengajak konsumen untuk bermigrasi dari cara yang bersifat konvensional menjadi digital.

"(Tantangannya adalah) melakukan edukasi dan mempertahankan mereka (nasabah/konsumen) untuk terus menggunakan produk-produk digital. Itu lebih penting. Karenanya, kualitas maupun ukuran (size) pelayanan harus terus ditingkatkan," sebut Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja berbicara di Indonesia Banking Expo 2017.

Jahja melanjutkan, setelah merancang anggaran untuk melakukan digitalisasi, sebuah bisnis dituntut untuk mampu memberikan produk dan layanan sesuai apa yang sudah dijanjikan, meski tak ada pertemuan langsung dengan nasabah.

Selain itu, perusahaan terkait wajib memberikan layanan yang sama (standar) di mana pun. "Misalnya Gojek. Mereka sudah bisa melakukan pengiriman (delivery service) di hari yang sama meski di Jakarta Selatan saja. Ke depan, kita dituntut untuk bisa memberi pelayanan yang sama ke seluruh Indonesia atau ekspor," kata Jahja.

Dalam hal ini, BCA terbilang sukses memberikan layanan yang terstandar. Jahja pun mencatat ada dua kunci sukses untuk mencapainya. Pertama adalah sistem kerja yang lebih cepat, efektif dan efisien.

Pada intinya, digitalisasi merupakan upaya menghapuskan sistem kerja, jadi bisa langsung seperti air terjun yang mengalir dari atas ke bawah. "Untuk merencanakan sebuah program, dulu kita butuh waktu setidaknya enam bulan. Sekarang, dibantu digitalisasi, dua minggu saja sudah bisa," ungkap Jahja.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah, gunakan robot yang membantu pelayanan perbankan. Robot yang mengadopsi teknologi-teknologi terkini akan memberikan banyak kemudahan bagi perbankan dalam mengembangkan layanan untuk nasabah.

"Dengan jaringan internet yang mumpuni sampai ke pelosok, kami tak perlu investasi mahal untuk membangun kantor cabang," pungkasnya.