Strategi Jitu Tembus Pasar Tanpa Anggaran Pemasaran
A- A+

Bagi sebuah perusahaan, pemasaran tentu memiliki peran penting dalam mendorong penjualan. Lalu, mungkinkah sebuah perusahaan tetap menjual produk tanpa memiliki anggaran untuk pemasaran?

Jawabannya, bisa. Produsen ponsel pintar Xiaomi adalah contohnya. Perusahaan ini tak pernah melakukan kampanye pemasaran namun namanya sudah sangat terkenal di pasar. Harga produk yang lebih murah dan kualitas tak jauh beda dari pesaing (Samsung, Apple, dll) membuatnya menjadi incaran banyak orang.

Baru-baru ini, Xiaomi berkunjung ke Indonesia dan mengungkap rahasia untuk menjual produk dengan harga lebih murah. CEO dan pendiri Xiaomi Inc. Lei Jun bilang, "Bila produsen lain menjual dengan harga 2,5 kali biaya produksi per unit, kami hanya 1,1 kali."

Xiaomi, kata Lei seperti dikutip Bisnis Indonesia, hanya mengeluarkan biaya untuk proses riset dan produksi yang sangat penting untuk mendukung inovasi. "Modal kami fokuskan untuk riset dan produksi bahan," kata Lei.

Konsumen, jelasnya, memilih Xiaomi sebagai gawai digital karena harganya sepertiga lebih murah namun punya kualitas premium. Strategi penjualan daring juga dinilai lebih efektif karena berhasil membuat Xiaomi mendominasi 80% pasar Tiongkok, menggeser Apple dan Huawei selama tiga tahun.

Awalnya, Lei bersama rekannya membangun Xiaomi dengan modal US$5 juta. Pada tujuh tahun kemudian, nilai perusahaan naik menjadi US$45 miliar. "Xiaomi Inc. adalah armada besar yang menginkubasi 89 anak usaha saat ini," jelasnya.

Sebagai informasi, di Indonesia Xiaomi menggandeng PT Erajaya Swasembada Tbk untuk membangun 15 gerai di tahun ini.