Tak Ada Monopoli di Bisnis Uang Elektronik Tol
A- A+

Dalam program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), Bank Indonesia memberikan jaminan bahwa tidak ada pelaku yang bisa melakukan monopoli. Karenanya, bank sentral memastikan akan melakukan pengawalan perihal ini.

"Gerbang pembayaran nasional tak ada monopoli, tak boleh hanya satu issuer yang bisa dipakai, harus multiissuer," kata Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Purnomo Wibowo baru-baru ini.

Sebagai informasi, dalam penerapan transaksi nontunai, khususnya jalan tol, BI menggandeng badan terkait melakukan integrasi beragam aplikasi uang elektronik dalam 1 reader (SAM Multiapplet). Integrasi ini kini sudah mencapai 70%.

Pungky mengaku, integrasi akan bertambah secara bertahap. Khusus implementasi pemasangan SAM Multiapplet, saat ini sudah mencapai 93% di seluruh ruas tol. Meski demikian, bank sental mengakui bahwa dalam praktiknya, pangsa pasar uang elektronik di jalan tol masih dirajai salah satu bank BUMN karena sudah memulainya lebih dulu pada 2008.

Terkait pangsa pasar uang elektronik, BI menyebutkan bahwa hal ini sangat bergantung pada kepuasan konsumen. "Ekosistem itu bisa diperoleh, tentu kuncinya tergantung konsumen," kata Pungky.

Tahun ini akhirnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) masuk bersama Flazz di bisnis uang elektronik jalan tol. Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, saat ini porsi pasar BCA di jalan tol sudah mencapai 25% dari total transaksi dengan uang elektronik.

"Target kami bukan mengejar pesaing atau penyedia uang elektronik, tapi mendukung program pemerintah dan membantu masyarakat menyediakan solusi pembayaran," paparnya.

Santoso juga mengaku belum akan mematok porsi penetrasi Flazz ke jalan tol. Sebagai gambaran, khusus di September 2017, BCA mencatat posisi transaksi uang elektronik sudah mencapai 591 ribu transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp4,8 miliar.

Menariknya, di Oktober jumlah tersebut naik pesat. Di periode 1 Oktober hingga 20 Oktober 2017, tercatat transaksi naik menjadi 2,5 juta transaksi dengan nilai Rp 21 miliar.