Tak Perlu Takut Ide atau Inovasi Ditiru
A- A+

Sudah bukan lagi rahasia bahwa untuk menciptakan sebuah inovasi, ada banyak keringat dan kerja keras yang  terlibat di dalamnya. Jadi, tak heran bila ada perusahaan yang mati-matian melindungi inovasi yang ia ciptakan.

Namun, menurut CEO Blibli.com Kusumo Martanto, hal tersebut tidak selalu benar. “Tidak apa-apa bila ide atau inovasi kita ditiru atau dicuri. Kita seharusnya malah berbangga hati dengan hal ini. Sebab, kejadian semacam ini akan membuat kita semakin tertantang untuk berinovasi,” katanya.

Selain itu, Kusumo menekankan bahwa lebih penting melindungi cara untuk menghasilkan ide-ide baru dan segar bakal inovasi itu, bukan hasil akhir inovasi itu sendiri. “Jangan lupa pula untuk ikut memperhitungkan masukan dari orang lain untuk menyempurnakan ide,” kata dia.

Berpegang pada prinsip tersebut, Kusumo menyarankan untuk tidak perlu takut berbagi dengan orang lain. “Jadi, jangan seperti pesaing yang sibuk menutupi ide inovasi milik mereka,” katanya di BCA Young Community - Company Visit Blibli.com.

Pedang Bermata Dua

Kusumo memberi gambaran bahwa teknologi (inovasi) bisa seperti pedang bermata dua. “Ia bisa menguntungkan juga merugikan di waktu bersamaan,” katanya. Teknologi ini bisa menguntungkan bila proses adopsi dilakukan secara positif.

Namun, bila teknologi tidak digunakan, ia bisa memberi dampak negatif. Misalnya, banyak perusahaan konvensional yang akhirnya terkena seleksi alam dengan sendirinya ketika ia tidak menggunakan teknologi dalam perusahaannya.

“Namun, kunci sukses sebuah bisnis sebenarnya ada pada konsumen. Kalau konsumen bisa menemukan bisnis kita secara online (daring), ini akan menguntungkan,” pungkasnya.