Tunggu Dulu, Jangan Gesek Dua Kali Kartu Nontunai Milikmu
A- A+

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada beberapa toko yang melakukan praktik ini. Jadi, ketika konsumen melakukan pembayaran nontunai menggunakan kartu debit atau kredit, kasir akan menyelesaikan transaksi menggunakan EDC milik bank.

Namun, kasir tidak hanya menggesek kartu ATM atau Kartu Kredit milik pengguna di EDC tersebut. Kasir juga menggeseknya kembali pada mesin register kasir. Praktik yang kerap dijumpai di pasar ritel ini ternyata berpotensi memicu terjadinya pencurian data dan informasi yang tersimpan dalam kartu milik nasabah.

Bank Indonesia (BI) pun melakukan pelarangan praktik yang disebut dengan penggesekan ganda (double swipe) tersebut. Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.

Pada Pasal 34 huruf b, BI jelas melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran.



Dalam hal ini, PT Bank Central Asia (Bank BCA) memberi dukungan penuh atas larangan penggesekan ganda dari BI tersebut.

“Kami sangat mendukung aturan yang sudah dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk menjaga keamanan data nasabah,” ujar Direktur BCA Suwignyo Budiman saat ditemui di peluncuran Flazz BCA Syariah di Hotel Fairmont Jakarta (6/9).

Suwignyo mengaku, BCA akan memberi tindakan tegas pada toko-toko rekanan bila memang terbukti melakukan tindakan gesek kartu nontunai dua kali.

“Justru itu akan merugikan kedua belah pihak, tidak hanya nasabah, juga kami sebagai perbankan akhirnya tidak mendapatkan kepercayaan. Kami imbau untuk semua merchant yang bekerja sama BCA untuk mematuhi aturan dari Bank Indonesia,” katanya.

Sementara Direktur BCA Santoso mengungkap, para pemilik toko melakukan praktik gesek ganda ini untuk memudahkan rekonsiliasi transaksi pembayaran nasabah dengan bank. Sebab, informasi transaksi tak hanya dicatat oleh bank, tapi juga sistem toko.

“Namun, ada cara lain yang sebenarnya lebih aman seperti melakukan input kode otorisasi atau menggunakan EDC yang terhubung langsung dengan mesin kasir toko,” ujar Santoso.

Jika toko (merchant) berminat untuk menggunakan sistem cash register yang terintegrasi dengan EDC BCA, dapat menghubungi call center Halo Merchant di nomor 1500788.

Dalam hal ini, BCA juga menyarankan agar nasabah yang ingin berbelanja untuk menanyakan terlebih dahulu pada merchant apakah selama proses pembayaran akan dilakukan gesek ganda atau tidak.

Bila kasir merchant mengatakan akan melakukannya, sebaiknya batalkan saja transaksi. Namun, bila sudah terlanjur terjadi gesek ganda, segera hubungi langsung HaloBCA di nomor 1500888 dan laporkan merchant tersebut.

Setelahnya, BCA akan menghubungi merchant terkait dan mengingatkan kembali mengenai larangan praktek gesek ganda tersebut. Terakhir, selalu jaga kerahasiaan data perbankan yang kamu miliki.

Saat melakukan transaksi di EDC merchant misalnya, biasakan untuk menutupi papan ketik agar tidak terlihat orang lain. Selain itu, mulailah menggunakan PIN untuk transaksi kartu kredit.

Bila PIN kartu kredit belum aktif, kamu bisa segera menghubungi HaloBCA.