Ketahui Tren Pemasaran di Indonesia Ini Sebelum Menyusun Strategi (1)

tren pemasaran
tren pemasaran

Tiap perusahaan tentu memiliki cara masing-masing dalam memasarkan produk atau jasanya. Hal ini kembali pada sifat dan bidang perusahaan itu sendiri. Namun, tak ada salahnya, mengetahui tren pemasaran yang akan ramai di 2018 sebagai pembelajaran maupun inspirasi.

Di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA), brand equity susah dikontrol. Karenanya, harus ada strategi khusus untuk tetap bertahan. "Senjatanya adalah Discovery, Adventure, Momentum, dan Outlook (DAMO) serta ditambah pengetahuan mengenai tren pemasaran 2018," kata Deputy CEO MarkPlus Jacky Mussry seperti dikutip Marketeers.

Teknologi Digital & ioT

Tren penggunaan teknologi digital dan ioT (internet of things) akan semakin marak di dunia pemasaran. Penggunaan komputasi awan sudah semakin jamak, begitu pula dengan intelejensi buatan (AI). Semua teknologi tersebut akan terhubung dengan komunitas daring (online).

Namun, komunitas luring (offline) tetap penting. Keduanya saling melengkapi karena customer journey lewat daring dan luring. "Karenanya, sebuah merek harus mampu beradaptasi dengan dua lingkungan tersebut dan selaras dengan customer journey," katanya.

Pengalaman Konsumen (CX)

Hanya menyajikan produk tidaklah cukup. Kini, pengalaman juga menjadi bagian produk. Jadi, saat konsumen mencari, membeli, hingga membagikan pengalamannya atas sebuah produk adalah bagian dari produk itu sendiri. demikian, omnichannel menjadi penting agar tercipta CX.

Dalam hal ini, omnichannel berarti kemudahan akses kapan saja dan dari mana saja atas suatu produk. "Untuk itu, merek butuh manajemen CX berbasis digital dan dibangun berdasarkan pemetaan customer journey," jelasnya.

Nontunai

Tren sudah membuat banyak perubahan di dunia pemasaran. Karenanya, butuh bisnis model baru yang selaras dengan perubahan akibat pesatnya perkembangan teknologi. Bisnis model baru ini akan membuat konsumen jatuh cinta untuk kedua kalinya pada sebuah merek.

Dalam bisnis model baru ini, teknologi menjadi tulang punggung. Perusahaan rintisan (startup) menjadi pemain yang langsung dengan cepat menerapkan metode nontunai dalam bisnis. Didorong pula perusahaan rintisan teknologi finansial (tekfin) yang mengejutkan para pemain finansial konvensional.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui tren pemasaran selanjutnya.

MORE FROM MY SITE