Kiat Menyusun Konten Pemasaran yang Efektif Ala Facebook

facebook
facebook

Di Indonesia, Facebook & Instagram telah memiliki jutaan pengguna, dari anak kecil hingga orang tua. Padatnya 'penduduk' media sosial itu membuat banyak merek dan perusahaan memutar otak agar bisa menjangkau mereka melalui konten iklan yang menarik.

Menanggapi hal ini, Head of Creative Systems & SMB at Facebook Creative Shop May Seow mengungkap, hingga beberapa tahun ke depan, video masih akan banyak diminati. Menurut proyeksi 'Data Cisco Visual Networking Index: Global Mobile Data Traffic Forecast Update 2015-2020', 75% mobile data akan dihabiskan untuk video pada 2020.

Di Indonesia pun, data Facebook menunjukkan bahwa konsumsi video mengalami pertumbuhan signifikan, terlebih saat Ramadan.

"Tantangannya, tak semua merek punya konten pemasaran berbentuk video. Kemudian, konten iklan yang diberikan juga harus menarik bagi pengguna. Jika tidak, pengguna tidak akan melihat iklan yang sudah dibuat," jelas May seperti dilaporkan Markeeters.

Lalu, bagaimana menyikapi hal ini?

Facebook memberikan dua pendekatan strategi bisnis baru yang bisa dipakai pemasar. Pertama, strategi membuat motion untuk gambar tidak bergerak (Create to Convert/C2C).

Menurut May, cara ini bisa mengakomodir kebutuhan pelaku bisnis yang tidak memiliki video. C2C sendiri memiliki empat pilihan bentuk konten. Pemasar cukup menyediakan foto produk atau layanan yang ingin diberi efek motion dan memilih bentuk kontennya.

Apakah Basic in Motion yang menambahkan 1-2 elemen motion pada gambar, Brand in Motion yang menambahkan motion pada merek atau logo, Benefit in Motion yang memberikan animasi tipografi atau Demo in Motion yang menampilkan demo aplikasi, situs, produk, atau fitur bisnis yang dijual pemasar.

Kedua, merek yang sudah punya konten video dapat menggunakan PockeTVC di Facebook atau Instagram. PockeTVC akan mengoptimalkan konten pemasar. "Pengguna kini tak lagi menyukai iklan panjang, jadi merek bias bermain kreatifitas dengan menyesuaikan alur cerita konten," katanya.

May juga menyarankan, sebaiknya pemasar menggunakan teks dan grafik dibanding narasi dalam membuat PockeTVC dengan rasio video berbentuk kotak (4:5 di Instagram, 2:3 di Facebook) dan durasi enam detik di News Feed dan 15 detik di iklan instream.

"Facebook akan menghubungkan para pemasar dengan agensi periklanan yang bergabung dengan kami untuk membuat proyek ini. Biayanya berkisar US$99 hingga US$5.000 per bulan dan pemasar bisa mendapat kedua jenis strategi bisnis itu," pungkas May.

MORE FROM MY SITE