Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (2)

Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (2)
Mari Mulai Belajar Manajemen Merek (2)

Setelah harga, untuk memberi nilai tambah, beri sentuhan pengalaman. Tak hanya soal interior yang Instagramable, juga musik yang harus dikurasi sedemikian rupa. Sebab, musik mampu mengubah suasana hati seseorang.

Dalam kasus Dini, ia bekerja sama komunitas Disc Jockey (DJ) dan musisi lokal membuat daftar lagu khusus di dalam gerai. Secara rinci, ia membagi musik mana yang cocok untuk diputar pagi, siang, dan malam.

"Saya memilih daftar lagunya. Para musisi lokal membantu meramu," ungkap Dini. Jadi jangan heran, di Tanamera banyak kemitraan maupun sponsorship pemasaran musik.

"Saya suka musik indie. Musik yang tak mainstream. Kami fokus berkolaborasi dengan musik-musik yang digemari anak muda," katanya.

Kenapa anak muda? Sebab, kata Dini, generasi muda mau berbagi produk bagus dan pihaknya menawarkan produk itu. Karena alasan itu, Tanamera mulai mensponsori konser musik dengan audiens anak muda, seperti Tame Impala, M83, dan Morrissey.

"Dengan musik, semakin mudah bagi kami mengedukasi pasar mengenai kopi khusus Indonesia yang berstandar internasional," katanya. Saat ini, Tanamera memang baru punya lima gerai.

Namun, Dini berencana membuka gerai di Bali, Makassar, beberapa bandara, serta satu gerai di negara ASEAN. Untuk jangka panjang, Tanamera akan membuat laju bisnisnya berjalan berkesinambungan.

Alasannya, pertumbuhan kedai kopi di Indonesia melesat. Namun, pada akhirnya banyak yang berguguran. "Kuncinya adalah pada produk yang bagus. Saya yakin, kedai kopi yang mampu menyediakan produk yang baik akan bertahan," katanya.

Selain produk, model bisnis juga harus sehat. Artinya, tak semua peluang adalah uang. Dini harus jeli memilih mitra bisnis untuk mengembangkan jaringan kedai kopinya. Artinya, tak semua tawaran kemitraan lantas disetujuinya.

"Ada sekitar 350 orang ingin menjadi mitra bisnis kami, ingin membeli waralaba Tanamera. Tapi dari ratusan itu, baru dua mitra yang kami pilih," kata Dini. Banyak orang punya uang, namun kadang mereka tak menghitung risiko investasi dan kapan balik modal terjadi.

"Kami menjanjikan kurang dari dua tahun mitra bisnis balik modal atau sekitar 15-18 bulan," kata Dini. Mengapa bisa yakin? Sebab, ada beberapa syarat sebelum pihaknya setuju kerja sama dengan investor.

Pertama, lokasi harus mendukung. Harus ada feasibility study soal demografi kawasan, rata-rata penghasilan orang di kawasan itu, serta tingkat okupansi gedung. Kedua komitmen. Apakah mitra bisnis punya minat membesarkan gerainya atau tidak.

MORE FROM MY SITE