Bahkan, Miliarder pun Menghindari Sikap Ini
A- A+

Menjadi kaya tentu menjadi impian banyak orang. Sebelum menjadi kaya, banyak miliarder yang harus berjuang lebih berat agar sukses. Nah, bila kamu juga ingin sukses, hindari sikap-sikap yang dihindari miliarder ini.


Berpikir Sempit


Bila kamu hanya berpikir soal kapan gajian, pensiun aman di usia 60 tahun, artinya kamu tidak punya ambisi. Jangan pernah takut berpikir besar, kata miliarder Steve Siebold seperti dilansir CNBC. Tidak ada orang kaya yang berpikir pendek.


Fokus Pada Tabungan


Banyak orang hanya fokus untuk berhemat dan menabung lebih banyak. Kenapa tidak berpikir memperbesar pendapatan? Bahkan ketika keuangan sedang sulit, orang kaya selalu berpikir bagaimana mendapatkan pendapatan dari sisi lainnya, bukan berhemat.


Berharap Pada Gaji Tetap


Banyak orang merasa aman dengan gaji bulanan yang bersifat tetap. Berhasil atau tidak kinerja, mereka akan dibayar sama tiap bulan. Miliarder biasanya digaji berdasarkan kinerja. Makin banyak ia bekerja, makin banyak ia mendapat uang.


Siebold mempelajari karakter orang kaya itu dan menyebut bahwa pekerja bebas yang paling cepat mendapat kekayaan.


Fleksibel Terhadap Tenggat Waktu (Deadline)


Prinsip kekayaan itu mudah, harus punya tujuan dan rencana jelas dan kerja untuk mencapainya. Tenggat waktu adalah pencapaian dan target.


Membeli Barang yang Tidak Dibutuhkan


Kelas menengah sering membeli barang yang tidak dibutuhkan. Mereka membeli barang untuk eksistensi saja. Padahal, orang-orang kaya lebih suka menggunakan pendapatannya untuk mendapat pendapatan lebih dan investasi.


Menghabiskan Waktu dengan Hiburan (Entertainment)


Orang kaya lebih memilih sesuatu yang dapat membuat mereka belajar lebih dibanding sesuatu yang menghibur. Bila kamu masuk ke rumah orang-orang kaya, kata Siebold, biasanya kamu akan mendapati perpustakaan yang representatif.


Mereka membaca buku yang bisa menambah pengetahuan. Kelas menengah lebih suka membaca novel, tabloid atau majalah hiburan.


Nostalgia


Banyak orang lebih suka dan mengenang hari lalu. Orang kaya, lebih suka berpikir hari depan dan optimistis menatapnya. Mereka lebih percaya bahwa ke depan adalah hari terbaik jika sudah direncanakan semenjak hari ini.