Belajar Menjadi Pemimpin yang Baik dari Barack Obama
A- A+

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma dan banyak disukai warganya. Baru-baru ini, di acara Yayasan Bill Gates dan Melinda Foundation, Obama bercerita soal kepemimpinan.

Obama mengatakan, ada tiga pelajaran penting yang ia dapat selama menjadi presiden untuk menjadi pemimpin yang baik.

Tanggung Jawab adalah Hak Istimewa
Pelajaran pertama adalah tentang pentingnya sebuah tanggung jawab dalam hidup. "Ketika masih kecil, tanggung jawab tentunya kecil pula. Semakin dewasa, tanggung jawab pun makin besar," sebut Obama seperti dikutip CNBC.

Untuk menjadi pemimpin, Obama mengatakan, nilai dasar seperti kebaikan, pengertian, empati dan kerja keras harus dimiliki. Sebab, nilai tersebut bisa menjadi alat untuk mengubah dunia.

"Menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab adalah hak istimewa," sebutnya. Tiap manusia dewasa, kata Obama, adalah pribadi utuh yang bisa memengaruhi orang lain. "Selalu pegang apa yang menjadi tanggung jawabmu. Itu adalah etikanya," katanya.

Banyak Cara untuk Berkontribusi
Sebagian besar kesalahan orang, kata Obama, adalah berpikir bahwa hanya ada satu cara untuk terlibat dalam suatu masalah. Padahal, ada banyak cara untuk berpartisipasi dalam banyak hal sesuai bidang yang kamu kuasai.

"Bila kamu adalah seorang insinyur komputer, jangan pernah mencoba membuat pidato yang membakar semangat. Buatlah aplikasi yang berguna bagi khalayak," sarannya.

Menjadi Pribadi Gigih dan Teguh
Menjadi pribadi gigih dan teguh adalah pelajaran terakhir. Menurut Obama, banyak orang tak sabar ketika menemui perubahan dalam hidup. Padahal, hal itu tidak akan berdampak banyak.

"Kita sering mudah kecewa dan frustrasi. Pekerjaan pertamaku sebagai community organizer di Chicago mengajarkanku banyak pelajaran berharga mengenai hal tersebut," tambahnya.

Obama sadar dirinya belum berkontribusi banyak dalam pekerjaan pertamanya tersebut. Sebab, ia memulai semuanya di sela-sela jadwal kuliah. Masih banyak hal pekerjaan rumah.

"Komunitas itu tidak langsung berubah karena masih memiliki banyak masalah. Namun, saya mendapat banyak pengamalan yang membuatku menjadi pribadi lebih baik karena tekun menjalaninya," pungkasnya.